Kegiatan Penandatanganan Kampus Berdampak (ISW)Kata Tanah Papua, Jakarta – Mengawali tahun 2026 dengan langkah strategis, Universitas Amal Ilmiah (UNA’IM) Yapis Wamena resmi menandatangani Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak di Jakarta pada Senin, 5 Januari 2026. Momentum ini menandai transformasi besar institusi dalam memperkuat kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan pembangunan nasional.
Kontrak kinerja ini merupakan instrumen kebijakan vital yang dirancang untuk memastikan perguruan tinggi melampaui rutinitas administratif. Melalui kesepakatan ini, UNA’IM Yapis Wamena berkomitmen untuk mendorong hilirisasi riset guna menghasilkan penelitian yang relevan dan solutif bagi kebutuhan masyarakat. Selain itu, kampus juga fokus meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat sebagai wujud eksistensi yang berkelanjutan, yang ditopang oleh penguatan tata kelola akademik yang transparan, profesional, dan akuntabel.
Penandatanganan ini menjadi “janji suci” UNA’IM Yapis Wamena untuk melampaui peran tradisionalnya. Kampus tidak lagi sekadar mencetak lulusan bergelar sarjana, namun berkomitmen menjadi mesin penggerak perubahan sosial (agent of change), khususnya dalam menghadirkan program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan komunitas di wilayah Papua Pegunungan.
Rektor UNA’IM Yapis Wamena menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk tanggung jawab moral lembaga terhadap kepercayaan masyarakat.
“Penandatanganan kontrak kinerja ini adalah komitmen tertulis kami untuk memastikan bahwa kehadiran UNA’IM Yapis Wamena dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Kami ingin setiap riset dan aktivitas akademik yang lahir dari kampus ini menjadi solusi nyata atas tantangan pembangunan di Papua Pegunungan. Ini bukan sekadar mengejar target angka, tapi tentang seberapa besar kebermanfaatan yang bisa kami berikan,” ujar Rektor UNA’IM Yapis Wamena, Dr. H. Rudihartono Ismail, M.Pd.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, UNA’IM Yapis Wamena memantapkan posisinya sebagai institusi yang menyeimbangkan antara teori akademik dan praktik lapangan. Tahun 2026 diproyeksikan menjadi periode transformasi krusial di mana ilmu pengetahuan diintegrasikan secara langsung untuk menjawab kebutuhan nyata dan meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal.


Tidak ada komentar