Agustinus Kaitana Turut Prihatin atas Aksi Pedagang Mama Papua Namun Menduga Ada Penunggangan Kepentingan dalam Unjuk Rasa Tersebut

Kata Tanah Papua
3 Jul 2026 04:22
News 0 32
3 menit membaca

Sorong, katatanahpapua.com — Menyikapi pemberitaan yang beredar mengenai aksi “Mama-Mama Pedagang Papua” yang melakukan unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Papua Barat Daya hingga berujung pada memblokade jalan di kawasan Lampu Merah Elim Remu, Kota Sorong, Jumat Dini Hari (3 Juli 2026),

Ketua PPP Kabupaten Maybrat sekaligus Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) Kab. Maybrat, Agustinus Kaitana menyampaikan turut prihatin sekaligus menyampaikan beberapa respon atas aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan Pedagang Mama Papua tersebut.

Menurutnya, Berdasarkan catatan dan pemantauan di lapangan, tuntutan awal terkait perhatian terhadap pedagang khusus Orang Asli Papua (OAP) sesungguhnya telah dan sedang ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

“Pembangunan Pasar Remu sementara telah mengalokasikan lapak khusus bagi mama-mama pedagang Papua, dan sejumlah pedagang OAP tercatat telah menerima bantuan dana usaha secara langsung. Kami menilai fakta ini penting untuk diketahui publik secara berimbang, karena tidak sepenuhnya tergambar dalam pemberitaan yang beredar”. Ungkapnya

TUNTUTAN TAMBAHAN DINILAI DI LUAR KONTEKS AWAL AKSI

Agustinus Kaitana atau yang akrab disapa dengan Agus, mencermati bahwa dalam perkembangan aksi turut muncul tuntutan penghapusan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan penghapusan militerisasi di Papua.

“Menurut penilaian kami, kedua isu tersebut tidak memiliki keterkaitan langsung dengan persoalan utama yang semula diperjuangkan, yakni kesejahteraan pedagang dan petani mama-mama Papua di pasar”. Ujarnya

Munculnya tuntutan-tuntutan ini menimbulkan pertanyaan mengenai siapa sesungguhnya yang mengarahkan agenda aksi.Berdasarkan temuan dan pemantauan di lapangan, tidak seluruh peserta aksi merupakan mama-mama pedagang pasar.

Sehingga diduga ada penyusupan oleh elemen perempuan dari salah satu gerakan separatis serta politisi yang berafiliasi dengan gerakan separatis di tengah massa aksi.

Dugaan kehadiran pihak-pihak ini berkontribusi pada pergeseran arah tuntutan dari persoalan ekonomi pedagang menjadi isu-isu politik yang lebih luas.

“Kami menegaskan bahwa dugaan ini disampaikan berdasarkan pengamatan dan catatan kami di lapangan, dan kami mendorong agar pihak berwenang melakukan verifikasi independen atas komposisi dan latar belakang peserta aksi secara menyeluruh dan transparan”. Serunya

Agus pun menyerukan kepada pemerintah daerah agar tetap membuka ruang dialog dengan mama-mama pedagang asli untuk menyelesaikan persoalan ekonomi yang menjadi akar aksi ini.

Adapun kepada aparat terkait agar melakukan pendataan dan verifikasi terhadap identitas dan afiliasi peserta aksi, guna memastikan aspirasi yang disampaikan benar-benar mewakili kepentingan pedagang OAP

Terakhir, ia pun menyerukan kepada masyarakat agar tidak mudah tergiring opini dan tetap kritis dalam menyikapi setiap aksi yang mengatasnamakan kelompok tertentu, khususnya ketika tuntutan yang diajukan bergeser jauh dari persoalan awal.

“Kami berharap persoalan kesejahteraan mama-mama pedagang Papua dapat diselesaikan secara substantif, tanpa dibonceng kepentingan politik pihak mana pun yang dapat merugikan masyarakat OAP itu sendiri”. Tutupnya. (M)

katatanahpapua.com adalah bagian dari jaringan media katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x