PPP Targetkan Wanita Persatuan Pembangunan Papua Barat Daya Berada di Garda Depan Atasi Isu Sosial

Kata Tanah Papua
10 Jul 2026 23:49
2 menit membaca

Sorong,katatanahpapua.com — Kader perempuan Partai Persatuan Pembangunan yang tergabung dalam Badan Otonom Wanita Persatuan Pembangunan Papua Barat Daya didorong turun tangan langsung mengatasi kemiskinan, stunting, hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak di Papua Barat Daya.

Seruan itu disampaikan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Papua Barat Daya, Mukhsin A. Wahid dalam sebuah pertemuan konsolidasi kader, belum lama ini di salah satu Kafe di Kota Sorong, Rabu, 1 Juli 2026, dalam rangka menyambut agenda Rapat Pimpinan Nasional WPP yang akan dilaksanakan pada pertengahan Juli 2026 ini di Jakarta.

Menurutnya, peran perempuan dalam partai tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, namun harus ikut hadir menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat.

“Kader WPP harus hadir menyelesaikan persoalan nyata, seperti kemiskinan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, stunting, serta perkawinan anak, dan memastikan tidak ada anak-anak Papua Barat Daya yang putus sekolah,” katanya.

Ia juga mendorong penguatan peran perempuan di ruang publik, tidak lagi terbatas pada peran domestik semata.

“Perkuat pula keterwakilan perempuan di ruang publik dan legislatif, untuk pengambilan kebijakan dan menyuarakan aspirasi demi kemajuan Papua Barat Daya,” tuturnya.

Selain itu, Sekretaris Wilayah DPW PPP Papua Barat Daya, Ruslan Rasid mengajak kader dan masyarakat menjadikan Papua Barat Daya sebagai pusat literasi perempuan berbasis nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.

“Jadikan Papua Barat Daya sebagai pusat literasi perempuan. Ajarkan generasi muda keberanian berpikir dan semangat perubahan,” tuturnya.

Ia menambahkan, kader perempuan PPP yang akan tergabung nanti dalam Badan Otonom (baca:WPP) juga perlu meningkatkan kapasitas diri dalam keluarga sekaligus organisasi.

“Tingkatkan kapasitas diri sebagai ibu sekaligus pendidik utama dalam keluarga, melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan organisasi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa semangat perempuan WPP sebagai garda terdepan tidak hanya sebatas emansipasi, tetapi juga tentang keberanian berpikir maju, mandiri, dan menjunjung tinggi integritas.

“PPP Papua Barat Daya akan tetap berkomitmen bahwa pentingnya membangun karakter perempuan yang mandiri, kuat, dan berlandaskan nilai-nilai kejujuran,” ujarnya, dalam kesempatan yang sama.

Keberagaman budaya dan latar belakang sosial masyarakat Papua Barat Daya justru menjadi kekuatan, yang memperkuat nilai gotong royong dan toleransi. WPP berharap dapat lahir inspirasi bagi perempuan, khususnya generasi muda, untuk terus mengembangkan potensi diri dan memperkuat integritas.

“Tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan perempuan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berdaya saing,” tutupnya.

katatanahpapua.com adalah bagian dari jaringan media katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x