
Jakarta, katatanahpapua.com — Universitas LIA kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas kerja sama internasional dengan meluncurkan inisiatif MAJLIS (Malaysia–Indonesia–Japan.Linkage on Interdisciplinary Studies), Jumat (1/8).Acara yang digelar dalam bentuk simposium ini mempertemukan para akademisi dari tiga negara untuk menjajaki potensi kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan budaya.Rektor Universitas LIA, Assoc. Prof. Dr. Yulidhar Hanurasari, menyampaikan harapannya agar platform ini dapat menghasilkan program-program konkret dan berkelanjutan.“Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya terbatas pada forum ilmiah, tapi juga melahirkan karya nyata seperti riset bersama dan pertukaran pelajar antarnegara,” ujarnya.Panel diskusi menampilkan tiga pembicara utama: Prof. Madya Azhar Jaafar dari Malaysia yang membahas strategi riset kolaboratif, Dr. Diah Madubranti dari Indonesia yang menyoroti kekuatan sumber daya lokal, serta Prof. Peter John Wanner dari Jepang yang menekankan pentingnya inovasi dalam pendidikan.Moderator acara, Dr. Ismail Suardi Wekke, menjaga jalannya diskusi tetap interaktif dan produktif. Sesi tanya jawab memperlihatkan antusiasme peserta dari kalangan dosen hingga mahasiswa.Simposium ini akan dilanjutkan dengan pembahasan lebih teknis terkait pengembangan program, termasuk publikasi bersama, workshop tematik, dan pertukaran dosen dan mahasiswa.Dengan MAJLIS, Universitas LIA tidak hanya memperluas jaringan akademiknya, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu motor kerja sama pendidikan di kawasan Asia.(*)


Tidak ada komentar