Muktamar XI Jadi Penegasan Arah Gerakan Mahasiswa Islam

Kata Tanah Papua
9 Agu 2025 03:03
News 0 90
2 menit membaca

JAKARTA, katatanahpapua.com— Muktamar XI Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, 8–10 Agustus 2025, bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan.

Di balik keputusan aklamasi yang mengantarkan Abdul Razak Nasution kembali memimpin Pimpinan Pusat HIMMAH untuk periode 2025–2029, tersimpan pesan kuat: organisasi ini sedang memantapkan konsolidasi untuk melangkah ke level yang lebih strategis.

Aklamasi di tubuh organisasi mahasiswa Islam jarang terjadi tanpa latar kepercayaan yang solid.

Bagi HIMMAH, ini menjadi sinyal bahwa kepemimpinan Razak dianggap mampu menjaga kesinambungan program sekaligus membuka ruang transformasi.

Para pimpinan wilayah dan cabang dari seluruh Indonesia memberi mandat bulat, menghapus potensi gesekan, dan memilih bersatu di bawah satu komando.Forum tertinggi ini juga menetapkan agenda besar: revisi AD/ART untuk menyesuaikan tuntutan zaman, penyusunan kurikulum kaderisasi yang lebih terstruktur, dan program kerja yang mengintegrasikan basis gerakan mahasiswa dengan tantangan nasional.

Semua dirancang agar HIMMAH tidak hanya hadir di ruang kampus, tetapi juga berpengaruh dalam wacana publik dan kebijakan strategis.

Dalam pidatonya, Razak menegaskan bahwa kepemimpinannya di periode kedua akan difokuskan pada penyelesaian program yang tertunda, penguatan jaringan antarwilayah, serta membangun HIMMAH sebagai organisasi mahasiswa intelektual yang memberi kontribusi nyata bagi visi Indonesia Emas 2045.

“Kemenangan ini bukanlah kemenangan Razak seorang, tapi kemenangan kader HIMMAH se-Indonesia. Masa depan HIMMAH ada di tangan kita bersama. Jika kita tetap selalu kompak, pasti kita kuat,” ujarnya.

Muktamar XI HIMMAH pada akhirnya menjadi tonggak penting: bukan hanya memperpanjang mandat seorang ketua umum, tetapi juga memperluas makna kebersamaan di tengah keragaman daerah, latar belakang, dan pandangan kadernya.

Dari Jakarta, HIMMAH mengirim pesan ke seluruh penjuru tanah air—bahwa gerakan mahasiswa Islam bisa bersatu, terorganisasi, dan berorientasi pada pembangunan bangsa.(*)

katatanahpapua.com adalah bagian dari jaringan media katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x