Waisai, katatanahpapua.com — Ketua Aliansi DPC PPP se-Papua Barat Daya sekaligus Ketua DPC PPP Kabupaten Tambrauw, Muslihi, disela-sela kesibukannya menyiapkan diri menyambut Muktamar, Selasa, 9 September 2025, menyikapi tindakan Rosmiah Mattalitti terkait kepesertaan Muktamar X PPP yang akan digelar mulai tanggal 27 s.d. 29 September 2025 mendatang.
“Apa yang dilakukan oleh Rosmiah Mattaliti sangat fatal, menyalahi aturan AD/ART, ini akan memicu dampak buruk pada Muktamar nanti, akan terjadi kisruh saat verifikasi peserta, Tentu, imbasnya nilai poin kemenangan Mardiono dari 87 % akan Turun di angka 65% dari jumlah DPC se Indonesia.” Tegasnya.
Muslihi berpandangan, upaya keras Ketua DPW PPP Papua Barat Daya untuk tidak menyertakan Sarudin Binwasef selaku Ketua DPC PPP Raja Ampat, Hasbullah selaku Ketua DPC Kota Sorong, dan M. Saleh Maro selaku Sekretaris Wilayah PPP lalu menggantikannya dengan peserta siluman merupakan tindakan gegabah dan pemicu konflik.
“Mereka yang mau digantikan itu pemilik SK resmi dari DPP, dasarnya apa mau diganti, dan hingga detik ini DPP tidak mengeluarkan SK pengganti, itu harus dipahami oleh mereka. Lalu peserta siluman itu apa kapasitasnya ikut sebagai peserta Muktamar. Ini harus ditindak tegas”. Geram Muslihi yang akrab dikenal dengan sebutan “rantai emas”
Menurut pantauan Muslihi, bukan hanya DPW Papua Barat Daya yang bermasalah ada beberapa DPW di wilayah Indonesia bagian barat, tengah, timur pun bermasalah. Konstalasi semakin memanas menjelang pemilihan Ketua Umum PPP, pandangnya.
Selaku Ketua Aliansi DPC PPP se-Papua Barat Daya, Muslihi berharap kepada DPP, khususnya, Steering Committee dan Organizing Committee Muktamar X PPP harus lebih selektif dan hati-hati terhadap peserta siluman model seperti itu.
Ia pun meminta kepada Mardiono, selaku Plt. Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan agar tidak menutup mata melihat kekisruhan yang terjadi di daerah yang nanti akan berimbas pada Muktamar nanti. Tutupnya. (Mz)
Tidak ada komentar