Kepesertaan Muktamar PPP, M. Saleh Maro: DPP PPP Sangat Paham Permasalahan PPP Papua Barat Daya

Kata Tanah Papua
14 Agu 2025 00:43
News 0 761
4 menit membaca

Waisai, katatanahpapua.com – Gemuruh gendang Muktamar Partai Persatuan Pembanguan (PPP) akhirnya menemui titik terang.

Mengutip pernyataan Ketua DPW PPP Nusa Tenggara Barat, H. Muzihir bahwa DPP PPP sepakat menggelar Muktamar X akhir September mendatang dan bertempat di Jakarta.

Pengambilan keputusan pada muktamar mendatang adalah berdasarkan hak kedaulatan DPW dan DPC. Wilayah Papua Barat Daya sendiri akan diikuti oleh lebih kurang 14 orang peserta yang terdiri dari Ketua dan Sekretaris DPC se Papua Barat, serta Ketua dan Sekretaris Wilayah DPW Papua Barat Daya

Namun hal yang sangat disayangkan, khususnya di Papua Barat Daya terdapat dua Ketua DPC (baca: Raja Ampat dan Kota Sorong) dan Sekretaris Wilayah PPP Papua Barat Daya, pemilik SK yang sah dari DPP, tercium ada upaya terstruktur, sistematis, dan masif dari Rosmiah Mattalitti, selaku Ketua DPW PPP Papua Barat Daya untuk mencabut hak politik mereka dalam kepesertaan muktamar bulan depan mendatang.

Tim pencari fakta media katatanahpapua.com kali ini mewawancarai secara eksklusif, M. Saleh Maro, Sekretaris DPW PPP Papua Barat Daya.

Ia mengungkapkan bahwa terkait dirinya dinyatakan ikut serta atau tidak ikut serta, ia menyerahkan semuanya kebijakan tersebut ke Dewan Pimpinan Pusat PPP untuk memutuskan mengenai kepesertaannya karena ia mengklaim hingga saat ini belum ada SK yang terbit untuk menggantikan dirinya, dalam arti umumnya, ia masih Sekretaris Wilayah PPP Papua Barat Daya yang sah di mata hukum.

“Sebenarnya DPP PPP lebih bijak menilai tentang persoalan PPP Papua Barat Daya, yang tentu hasil dari beberapa momen seperti legislatif maupun pilkada semuanya gagal, ini semua kita kembalikan ke Ketua DPW PPP Papua Barat Daya, Adapun ajang muktamar, persoalan saya ikut atau tidak, itu hak penuh DPP PPP yang putuskan, namun kami garis bawahi di sini, Ketua DPW PPP Papua Barat Daya dengan rekayasa dan penggiringannya terhadap saya ke DPP, sangat luar biasa. Saya hingga kini, masih meyakini belum ada SK DPW PPP terbaru, itu artinya DPP paham bahwa permasalahan ini tidak dapat dianggap sepele, tiba-tiba ada usulan, tiba-tiba disetujui. Muktamar itu momen penting bagi PPP tentu kaitannya bagaimana ke depan PPP dapat menjadi partai yang bangkit kembali lagi”.Ungkapnya.

M. Saleh Maro pun membenarkan bahwa dirinya pada momen pilkada gubernur dan wakil gubernur kemarin sempat membuat surat pengunduran diri, hal itu ia lakukan karena ada sebab fatal dan krusial yang telah dilakukan oleh Rosmiah Mattalitti selaku Ketua DPW PPP Papua Barat Daya.

“Saya akui, saya buat pengunduran diri lewat WA, tapi harus ditanya kenapa? PPP ini partai yang bersifat kolektif kolegial dalam pengambilan keputusan, dalam pengambilan keputusan siapa yang akan didukung oleh PPP pada pemilihan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur kemarin, Rosmiah Mattalitti ambil keputusan sendiri secara sepihak, tanpa melalui forum yang sah, yang diatur dalam anggaran dasar dan rumah tangga, tahu-tahu muncul B-KWK. Itu dari mana semua, sedangkan kita tidak duduk baik antar pengurus harian DPW dan pengurus harian DPC se Papua Barat Daya. Ini fatal. Akhirnya terbukti, hancur, masing-masing pengurus DPW dan DPC jalan sendiri sendiri ada yang ikut, ada pula yang tidak ikut. Saya sering pakai istilah, kapal terbakar, penumpang menyelamatkan diri masing-masing, itulah karakter yang dimiliki Ketua DPW PPP Papua Barat Daya saat ini. Inilah pokok kekesalan saya selaku Sekretaris Wilayah PPP Papua Barat Daya”. Tutur M. Saleh Maro yang juga merupakan Sesepuh Sulawesi Selatan Kota Sorong.

Ia secara pribadi tidak terlalu optimis, entah ikut atau tidak, lagi lagi ia mengembalikan semuanya kepada DPP PPP, tentunya melalui mekanisme yang berlaku dan tertuang di dalam anggaran dasar dan rumah tangga partai.

Ia pun menyampaikan agenda muktamar bulan depan, adalah agenda terpenting, agenda kebangkitan PPP dari tidur panjangnya di Papua Barat Daya, ia pun mengklaim bahwa PPP di Papua Barat Daya jika masih dipimpin oleh Rosmiah Mattalitti maka PPP akan tambah lebih hancur. Apa yang telah ia perbuat selama 10 tahun kemarin, anggota dewan dua periode, sekaligus Ketua DPC Kota Sorong kala itu, namun kantor sekretariat tidak terurus dengan baik.Tutupnya. (Mz)

katatanahpapua.com adalah bagian dari jaringan media katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x