Kerjasama Nasional, Pemerintah Kabupaten Maros dan 8 Perguruan Tinggi Tandatangani MoU

Kata Tanah Papua
1 Sep 2025 22:55
Pendidikan 0 81
2 menit membaca

MAROS, katatanahpapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros dan lima institusi pendidikan tinggi, termasuk IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, secara resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Acara ini berlangsung di Lapangan Pallantikang, Maros, pada Senin, 1 September 2025. Kelimanya adalah Universitas LIA, Tanri Abeng University, IAI DDI Sidenreng Rappang, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, dan Universitas Muhammadiyah Barru.

Begitupula dengan penyerahan LoI dari STIT Sunan Giri Bima, Universitas Komputer Indonesia, dan STIT Al Chaeriyah Mamuju (Sulawesi Barat).

Kolaborasi ini bertujuan untuk partisipasi dan keikutsertaan dalam pembangunan daerah, mendorong inovasi, dan mendukung program “Kampus Berdampak” melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ismail Suardi Wekke, Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Al Asri (penyelenggara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan) dan menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, menegaskan bahwa sinergi antara Pemkab dan perguruan tinggi sangat krusial.

Begitu pula dengan kerja sama merupakan langkah strategis sekaligus penandatanganan MoU ini menjadi tonggak peresmian hubungan yang lebih formal.

Menurutnya, perguruan tinggi diantara yang memiliki sumber daya intelektual dan riset yang mumpuni, yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pengembangan berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga infrastruktur.

Ia mencontohkan, riset tentang geopark dapat menjadi jembatan dalam meningkatkan produktivitas masyarakat di area sekitar geopark.

Ismail menambahkan, “Dengan adanya kerja sama, akan mudah dan wujud akselerasi.”

Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang besar bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Maros. Perguruan tinggi akan membantu menyusun kurikulum, program pelatihan, dan magang yang sesuai dengan kebutuhan industri lokal.

Hal ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja dan memiliki keterampilan yang relevan, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan daya saing masyarakat Maros.

Universitas LIA akan menjadi mitra khusus dalam bidang pengembangan ketenagakerjaan.Lebih lanjut, peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi juga sangat ditekankan.

Melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa dan dosen dapat terlibat langsung dalam berbagai kegiatan seperti pendampingan UMKM, edukasi kesehatan, atau pengelolaan lingkungan.

Kehadiran mereka di tengah masyarakat akan memicu semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.

Sebagai penutup, Ismail menegaskan bahwa sinergi antara Pemkab Maros dan perguruan tinggi merupakan investasi jangka panjang yang strategis.

Kolaborasi ini tidak hanya akan mempercepat pembangunan ekonomi, tetapi juga akan membentuk masyarakat Maros yang lebih berpendidikan, inovatif, dan mandiri.

Ini adalah langkah proaktif yang harus terus diperkuat untuk memastikan kemajuan Maros di masa depan.(*)

katatanahpapua.com adalah bagian dari jaringan media katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x