Pertanian Modan 2 Kampung Malaus Terus Berkembang, Petani Optimistis Tingkatkan Produksi

Yusuf Muri Salampessy
16 Jan 2026 14:55
2 menit membaca

Sorong – Sektor pertanian di Modan 2 Kampung Malaus, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya terus menunjukkan perkembangan yang positif. Lahan pertanian yang dikelola secara mandiri oleh warga setempat kini menjadi salah satu penopang ketahanan pangan kampung.

Berbagai komoditas pertanian seperti ubi, jagung, singkong, dan sayur-mayur ditanam oleh para petani dengan memanfaatkan kondisi tanah yang subur. Selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga, hasil pertanian tersebut juga dijual ke pasar lokal guna menambah pendapatan rumah tangga.

Salah satu petani Modan 2 Kampung Malaus, Bapak Suhada, saat ditemui di lahan pertaniannya mengatakan bahwa masyarakat semakin serius mengembangkan pertanian sebagai mata pencaharian utama.

“Kami bersyukur karena tanah di sini subur. Kalau dirawat dengan baik, hasilnya cukup untuk makan dan sisanya bisa dijual. Sekarang kami juga mulai menanam lebih teratur,” ujar Suhada.

Menurutnya, tantangan yang masih dihadapi petani adalah keterbatasan alat pertanian dan akses pupuk. Meski demikian, semangat bertani warga tidak surut.

“Harapan kami ke depan ada perhatian dari pemerintah, terutama bantuan alat dan pendampingan. Kalau itu ada, produksi pasti bisa lebih meningkat,” tambahnya.

Pemerintah kampung setempat juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong agar lebih produktif. Pertanian di Modan 2 Kampung Malaus dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi kampung.

Dengan semangat gotong royong dan kerja keras para petani, sektor pertanian di Kampung Malaus diharapkan mampu berkembang lebih maju serta berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

katatanahpapua.com adalah bagian dari jaringan media katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x