UCYP Panggung Internasional Pendidikan Islam, Menghubungkan AI dan Peradaban

Kata Tanah Papua
8 Agu 2025 12:11
2 menit membaca

Pahang, katatanahpapua.com – Di tengah tantangan globalisasi dan revolusi teknologi, UCYP University, Malaysia, memantapkan diri sebagai panggung internasional bagi pendidikan tinggi Islam. Pada Southeast Asia Symposium in AI Powered Pedagogy, Selasa, 5 Agustus 2025, kampus ini memadukan kekuatan teknologi kecerdasan buatan dengan nilai-nilai luhur keislaman, sembari menguatkan jejaring akademik lintas negara.

Acara yang mempertemukan 14 perguruan tinggi swasta Islam se-Asia Tenggara itu menjadi ruang strategis untuk mengukuhkan kemitraan jangka panjang.

Ketua Umum DPP APTIKIS, Dr. H. Maslim Halimin, M.M., yang menjadi keynote speaker, menegaskan bahwa AI hanyalah alat, dan yang menentukan arah manfaatnya adalah nilai yang menyertainya.

“Kreativitas lahir dari teknologi yang berpihak pada manusia, bukan sebaliknya,” tegasnya.Bagi UCYP, simposium ini bukan sekadar agenda akademik. Kehadiran Dr. Ismail Suardi Wekke — Adjunct Professor di UCYP sejak 2019 sekaligus Scientific Committee International Conference on Islam and Higher Education (ICIHE) — membawa dimensi strategis yang lebih luas.

Ia membuka peluang bagi dosen-dosen APTIKIS untuk menempuh studi doktoral (PhD) di bidang Islamic Studies, sekaligus mengajukan gagasan besar: menjadikan Bali tuan rumah ICIHE 2026.

“Bali bisa menjadi titik temu akademisi Muslim dunia, di mana peradaban dan teknologi berdialog dalam ruang yang setara,” kata Ismail.

Pasca simposium, pembicaraan bilateral antara UCYP dan APTIKIS melahirkan komitmen pada riset kolaboratif, pertukaran dosen, inovasi kurikulum berbasis AI, serta penguatan kapasitas akademik melalui jalur PhD lintas negara.

Atmosfer forum ini memperlihatkan UCYP sebagai lebih dari sekadar universitas. Ia adalah pusat diplomasi pengetahuan, tempat di mana isu-isu strategis pendidikan Islam dibicarakan dengan bahasa yang universal, namun berakar pada kearifan nilai.

Dari Pahang, gagasan itu kini mengalir menuju Bali 2026. Dan jika rencana itu terwujud, UCYP akan dikenang bukan hanya sebagai tuan rumah simposium, tetapi sebagai jembatan yang menghubungkan kecerdasan buatan, nilai kemanusiaan, dan masa depan pendidikan Islam di panggung global. (*)

katatanahpapua.com adalah bagian dari jaringan media katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x