Vincent Kocu Kecam Tindakan Pembunuhan Terhadap Aktivis Muda PMKRI Cabang Sorong

Kata Tanah Papua
19 Jan 2026 02:10
News 0 13
2 menit membaca

Sorong,katatanahpapua.com – Aktivis Senior Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Vincent Kocu, menyampaikan kecaman keras dan duka cita mendalam atas peristiwa pembunuhan terhadap aktivis muda PMKRI Cabang Sorong yang terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026, di Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Peristiwa ini dinilai sebagai tindak kriminal serius yang tidak hanya merenggut nyawa seorang kader PMKRI, tetapi juga merupakan serangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, dan kebebasan berorganisasi di Papua Barat Daya.

“Sebagai Aktivis Senior PMKRI, saya mengecam keras pembunuhan terhadap kader PMKRI Cabang Sorong. Ini adalah tindakan keji yang mencederai rasa keadilan publik dan melukai perjuangan kemanusiaan,” tegas Vinsen Kocu.

Ia menegaskan bahwa PMKRI merupakan organisasi kader yang bergerak melalui cara-cara damai, intelektual, dan konstitusional, sehingga segala bentuk kekerasan terhadap kader PMKRI tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Negara wajib hadir, Aparat penegak hukum harus segera mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan akuntabel, Tidak boleh ada impunitas bagi pelaku,” lanjutnya.
Atas nama Senior dan Alumni PMKRI, Vinsen Kocu menyampaikan tuntutan sebagai berikut:

Kepolisian Republik Indonesia segera mengungkap dan menuntaskan kasus pembunuhan ini secara menyeluruh. Menangkap dan mengadili pelaku serta pihak-pihak yang terlibat sesuai hukum yang berlaku. Memberikan perlindungan hukum dan keamanan bagi keluarga korban, kader PMKRI, dan para saksi. Menjamin keselamatan aktivis dan mahasiswa agar ruang demokrasi tetap terjaga.

Kocu, juga mengajak seluruh kader dan alumni PMKRI, organisasi mahasiswa, tokoh agama, serta masyarakat sipil untuk tetap tenang, menjaga solidaritas, dan bersama-sama mengawal proses hukum hingga keadilan benar-benar ditegakkan.

“Kekerasan tidak boleh dijadikan alat untuk membungkam suara kritis. Keadilan harus ditegakkan demi kemanusiaan dan masa depan Papua Barat Daya,” tutup Vinsen Kocu.

katatanahpapua.com adalah bagian dari jaringan media katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x