Oplus_16908288Sorong,katatanahpapua.com — Gelombang aksi pemalangan yang digerakkan sejumlah warga Suku Moi di Kabupaten Sorong terus bertambah luas. Jika pada mulanya aksi hanya terpusat di Kantor Bupati dan Kantor DPRK Sorong, hingga (Kamis, 9 Juli 2026) tercatat sudah 15 lokasi fasilitas pemerintahan yang diblokir massa.
Akar persoalan dari aksi ini adalah penolakan warga Suku Moi terhadap pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sorong yang baru.
Menurut informasi yang beredar, sosok yang dilantik bukan berasal dari kalangan putra asli Suku Moi, sehingga memicu kekecewaan dan mendorong aksi blokade sebagai bentuk protes.
Hingga hari keempat, belum ada tanggapan resmi yang dianggap memuaskan atas aspirasi tersebut, sehingga aksi pun merembet ke berbagai kantor organisasi perangkat daerah (OPD) dan fasilitas pemerintah lainnya.
Blokade ini berimbas langsung pada operasional sejumlah instansi pemerintah. Sebagian kantor terpaksa menghentikan sementara layanan kepada masyarakat, sementara instansi lain memilih strategi alternatif dengan menerapkan sistem kerja dari rumah (Work From Home/WFH) atau mengalihkan layanan ke lapangan, demi memastikan kebutuhan warga tetap dapat terpenuhi di tengah situasi yang belum kondusif.

Sejumlah pimpinan OPD menyampaikan harapan agar persoalan ini bisa segera dituntaskan lewat jalur dialog dan musyawarah, sehingga layanan publik dapat kembali normal tanpa mengesampingkan penghormatan terhadap aspirasi masyarakat adat.
Daftar 15 Titik Lokasi yang Dipalang:
Catatan Redaksi: Rilisan ini disusun ulang berdasarkan informasi perkembangan aksi pemalangan di Kabupaten Sorong per Kamis, 9 Juli 2026.





Tidak ada komentar