
Penulis: Muhammad Adnan Firdaus, S.Ag., M.Pd. (Anggota Bidang Humas, Informasi dan Advokasi Pimpinan Wilayah Ikadi Papua Barat Daya/ Mantan Wartawan Harian Umum Fajar Papua, Sorong)
Sorong,katatanahpapua.com —Membumikan Visi Islam Rahmatan lil Alamin di kalangan yang berpenduduk Islam mayoritas mungkin tidak terlalu sulit.
Yang jauh lebih sulit, tentu adalah membumikan misi tersebut di wilayah heterogen, namun umat Islamnya minoritas seperti di Papua umumnya, Propinsi Papua Barat Daya khususnya. Provinsi Termuda Indonesia yang memilih beribukota di Sorong.
Secara umum, kondisi keamanan dan toleransi umat beragama di Sorong aman terkendali, meski satu dua kali ada letupan berbau SARA yang jadi sorotan media nasional. Untuk sedikit menyebut riak-riak kecil yang terjadi di Manokwari.
Saat tahun lalu Ustadz Abdul Somad ditolak ceramah di Manokwari.
Kota Sorong justru kemudian menjadi tempat suaka dakwah yang aman bagi Ustadz Abdul Shomad.
UAS yang katanya mendapat “penolakan” di Manokwari, Ibu Kota Provinsi Papua Barat.
Justru sama sekali tidak mendapatkan kendala berarti saat memutuskan memindahkan tabligh akbarnya ke Kota Sorong.
Secara data statistik, jumlah Penduduk Islam di seluruh Provinsi Papua Barat Daya adalah 37%.Alias bukan mayoritas.
Namun, imej itu mungkin akan hilang serta merta jika seseorang yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Sorong sebagai Ibu Kota Provinsi ke 38 Indonesia, Papua Barat Daya.
Saat pesawat sudah mendarat di Bandara Demine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong.Di Ruang Tunggu Bandara atau bahkan sejak di pesawat dan tempat pengambilan bagasi.
Mereka pasti sudah melihat ada perempuan yang berjilbab.
Bahkan, di Kompleks Bandara Domine Eduard Osok berdiri dengan gagah Masjid Babussalam Bandara DEO.
Alhamdulillah, Total Jumlah Masjid Mushalla di Kota Sorong sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Barat Daya ada lebih dari 130 Masjid Mushalla.
Sedangkan Jumlah Majelis Taklim Masjid Mushalla, Kerukunan dan Paguyuban di Kota Sorong tercatat lebih 150an Majelis Taklim.
Bagaimana dengan sekolah madrasah dan kampus?
Muhammadiyah, Kementrian Agama, Nahdhatul Ulama, Hidayatullah, Yayasan Al-Izzah, Persatuan Islam dan Cahaya Islam Papua adalah lembaga-lembaga pengelola Pendidikan Islam Terkemuka di Sorong.
Di Kota Sorong, Muhammadiyah punya Taman Kanak-Kanak Busthanul Athfal Aisyiah 1, 2, dan 3. Untuk Sekolah Dasar: SD Muhammadiyah 1, Remu Sorong, SD Muhammadiyah 2, Madrasah Tsanawiyah (MTS) Muhammadiyah 1, SMP Al-Amin Muhammadiyah.
Adapun perguruan tinggi Milik Muhammadiyah di Provinsi Papua Barat Daya adalah: Universitas Al-Amin Muhammadiyah (Unamin) Sorong dan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) yang berlokasi di Kabupaten Sorong yang notabene dahulu adalah Wilayah Transmigrasi Era Presiden Soeharto.
Adapun Lembaga Pendidikan Milik Kementrian Agama di antaranya: Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.
Madrasah Aliyah Negeri Kota Sorong, Madrasah Aliyah Insan Cendikiawan (MAN IC) Kabupaten Sorong.
Untuk perguruan tinggi, Kementrian Agama Kantor Wilayah Provinsi Papua Barat Daya memiliki Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong yang dalam beberapa tahun kedepan diproyeksikan akan menjadi: Universitas Islam Negeri (UIN) Sorong.
Sementara itu, Nahdhatul Ulama (NU) Kota Sorong punya sekolah dari SD Al-Maarif, juga Pondok Pesantren.
Demikian juga Ormas Al-Irsyad, Kota Sorong memiliki Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar.
Yayasan Al-Izzah Kota Sorong memiliki Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), Sekolah Menengah Pertama Unggulan Islam Terpadu dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Peradaban yang kesemuanya berlokasi di Kota Sorong.
Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam seperti Hidayatullah di Sorong memiliki 2 pesantren yang terletak di Kampung Salak, Rufei, Sorong Barat. Juga Pesantren Hidayatullah, Mayamuk, Kabupaten Sorong.
Lembaga Kepesantrenan lain yang secara kultural berafilisasi ke Muhammadiyah adalah Pesantren Darul Istiqamah, Kilo Meter 24, Kabupaten Sorong.
Plus, secara struktural, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah memiliki Muhammadiyah Boarding School (MBS) dan Ma’had Bilal bin Rabah di tingkat universitas.
SELAYANG PANDANG TENTANG PROVINSI TERMUDA NKRI PAPUA BARAT DAYA
Papua Barat Daya adalah Provinsi Termuda di Indonesia. Wilayah ini resmi disahkan pada Tanggal 8 Desember 2022 melalui Undang-undang Nomor 29 Tahun 2022 sebagai hasil pemekaran dari Provinsi Papua Barat, dengan ibu kota berlokasi di Sorong.
Provinsi Papua Barat Daya terletak di ujung barat laut Pulau Papua yang berbatasan langsung dengan perairan internasional di utara, serta Wilayah Papua Barat dan Maluku.
Provinsi ke 38 alias provinsi termuda di Indonesia saat ini dipimpin Gubernur Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau yang terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Langsung Pertama di Provinsi Termuda Indonesia.
Untuk menyusun peta dan metode dakwah yang strategis, kita perlu menganalisa konstalasi data pemeluk agama di provinsi ini.
Dengan lanskap demografi pemeluk agama sebagai berikut: 1. Kristen Protestan: 54,95%, 2. Kristen Katolik: 7,11%, 3. Islam: 37, 74%, 4. Hindu: 0, 10%, 5. Buddha: 0,9%, 6. Lainnya: 0,01%.
Adapun Total Jumlah Penduduk di provinsi ini adalah 632.788 dengan kepadatan 16/km2 (42/sq mi).
Bagaimana dengan kota dan kabupatennya?
Adapun kota dan kabupaten yang masuk dalam Wilayah Provinsi Papua Barat Daya adalah yang meliputi Kawasan Sorong Raya yang terdiri dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Maybrat, Kabupaten Tambraw, dan Kabupaten Raja Ampat.
Ujung paling barat provinsi ini merupakan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kabupaten Raja Ampat yang keindahannya sudah mendunia dan memiliki keanekaragaman biota laut yang tinggi seperti terumbu karang, penyu raksasa, pari manta, hingga hiu paus.
Kota Sorong sendiri, sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Barat Daya terkenal sebagai penghasil minyak dan gas fosil serta sebagai pintu masuk ke Papua dengan pelabuhan yang lengkap dan Bandar Udara Domine Eduard Osok.
Dengan kondisi Infra Struktur daerah yang representatif, posisi strategis sebagai pintu gerbang dan lain sebagainya inilah yang menjadikan Kota Sorong salah satu kota paling maju di Papua.
Dalam lanskap dakwah. Posisi Kota Sorong yang dahulu induknya adalah Kabupaten Sorong saat masih bernama Irian Jaya, sangatlah strategis.
Jika di kota lain di Papua, terkadang “agak susah” kita mendengar suara tarhim dan adzan.
Maka, tidak demikian dengan kondisi yang terjadi di Kota dan Kabupaten Sorong.
Sejak dulu, Sorong adalah Pintu Gerbang Irian Jaya. Juga Pintu Gerbang Papua saat pulau luas ini masih tergabung dalam 1 provinsi Papua dengan Ibu Kota Jayapura.
Bahkan hingga saat ini setelah Pulau Papua yang di Era Bung Karno disebut Irian Barat, kini sudah termekarkan menjadi 5 Provinsi.
Kota Sorong yang letaknya di Ujung Kepala Burung Pulau Papua, tetap menjadi Pintu Gerbang Papua.
Termasuk bagi para wisatawan yang ingin berekreasi snorkling kelas dunia di Kabupaten Raja Ampat.
Sorong, selain Jayapura dan Manokwari adalah wilayah termaju di Tanah Papua termasuk dalam soal ketersediaan dai dan pegiat dakwah.
Di Wilayah Sorong, sejak Tahun 1960an sebelum berlangsungnya Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Papua Tahun 1969.
Organisasi Masyarakat Islam yang lebih senior seperti Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama sudah punya personil yang merintis dakwah.
Adapun Ikatan Dai Indonesia dan eksistensi Pimpinan Wilayah Ikatan Dai Indonesia Papua Barat Daya yang dikukuhkan oleh Pimpinan Pusat Ikadi 24 Januari 2026.
Cikal bakal pengurus intinya pun dimulai dari Kader-kader Ikadi Kota Sorong yang mulai eksis di Tahun 2000an.
Di provinsi ini banyak terdapat ekosistem seperti hutan hujan tropika dan pegunungan yang masih terjaga kelestariannya.
Kabupaten Tambraw mendeklarasikan daerahnya sebagai kabupaten konservasi untuk meningkatkan ekowisata salah satunya sebagai destinasi pengamatan burung atau _birdwatching.
SABTU, 24 JANUARI 2026, PELANTIKAN PW IKADI PAPUA BARAT DAYA DENGAN DIHADIRI LANGSUNG KETUA IKADI PUSAT ADALAH TONGGAK EKSISTENSI AWAL
Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa Provinsi Papua Barat Daya adalah provinsi termuda di Indonesia yang mulai disahkan eksistensinya Desember 2022.
Secara ideal, eksistensi Ormas-Ormas Islam seperti Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, tak terkecuali Ikatan Dai Indonesia (IKADI) tingkat Provinsi Papua Barat Daya mengikuti durasi waktu terbentuknya provinsi baru.
Namun karena terbatasnya sumber daya manusia dan karna satu dan lain hal. Secara resmi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Tingkat Provinsi Papua Barat secara dejure baru dilaunching pada Hari Sabtu, 24 Januari 2026 dengan Surat Keputusan (SK) Resmi secara tertulis dari IKADI Pusat Jakarta.
Atau dapat dikatakan bahwa pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Papua Barat Daya ini baru dapat diwujudkan empat tahun setelah Struktur Pemerintahan Provinsi Papua Barat Daya.
Menurut Ketua DPW Ikadi Papua Barat Daya, Muhammad Taslim, kondisi ini wajib dimaklumi mengingat keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).
Menurutnya, itu terjadi karena Kader Ikadi masih sangat terbatas ditambah lagi bahwa Pengurus Daerah (PD) Ikadi juga baru terbentuk 2 dari 6 kota dan kabupaten yang ada di Provinsi Papua Barat Daya yaitu Pengurus Daerah Kota Sorong dan Pengurus Daerah Sorong Selatan.
PENGUKUHAN SPESIAL AWAL 2026, DIHADIRI LANGSUNG KETUA UMUM PIMPINAN PUSAT IKADI
Meski demikian, patut disyukuri bahwa Pengukuhan Struktur Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) di provinsi termuda Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tetap dapat berjalan meriah walau sederhana.
Acara Pelantikan dan Pengukuhan Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Dai Indonesia Provinsi Papua Barat Daya berlangsung sukses dan khidmat.
Bertempat di Aula Lantai 2 Asrama Haji Kota Sorong.
Dihadiri ratusan tamu undangan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Tingkat Provinsi atau yang mewakili.
Kepala Kantor Kementrian Agama Tingkat Provinsi Papua Barat Daya dan Kementrian Agama Kota Sorong atau yang mewakili.
Pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat Daya, Drs H. Mungawan.
Yang mewakili Pimpinan Tanfidziyah Wilayah Nahdhatul Ulama (NU).Dewan Masjid Indonesia Tingkat Provinsi Papua Barat Daya, H. Kisman Rahayaan, M.M.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Raya Al-Akbar Tingkat Provinsi Papua Barat Daya dan segenap undangan lainnya dari pegiat dakwah, da’i, pengurus masjid, paguyuban, ibu-ibu majelis taklim yang ada di Provinsi Papua Barat Daya.
Struktur Pimpinan Wilayah Ikadi Papua Barat Daya dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat secara resmi dengan SK-PP IKADI NO. 131 PW PROVINSI PAPUA BARAT DAYA.
Komposisi Struktur Pimpinan Wilayah Ikadi Papua Barat Daya dengan SK Tertanggal Ditetapkan 15 Desember 2025, bertepatan 24 Jumadil Akhir 1447 H, di Jakarta.
Ditandatangani Pengurus Pusat Ikatan Da’i Indonesia yang langsung ditandatangani Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia dengan tertulis Ketua Umum Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail, M.A. dan Sekretaris Jendral Dr. K.H. Khairan M. Arif., MA., M.E.d.
Adapun Struktur Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia Provinsi Papua Barat Daya yang dikukuhkan langsung Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia di Tanggal 24 Januari 2026 total berjumlah 55 orang dengan komposisi lengkap, sebagai berikut:
I. Dewan Penasehat
1. Gubernur Papua Barat Daya
2. Wakil Gubernur Papua Barat Daya
3. KaKanwil Kementrian Agama Papua Barat Daya
4. Ketua Majelis Ulama Indonesia Papua Barat Daya
5. Ketua Dewan Masjid Indonesia Papua Barat Daya
6. Ketua PW Muhammadiyah Papua Barat Daya
7. Ketua PD Nahdhatul Ulama Papua Barat Daya
II. Dewan Pakar
1. Dr. Muhammad Ali., M.M. (Rektor Universitas Al Amin Muhammadiyah Sorong).
2. Dr. Sudirman, S.H, M.H.I. (Wakil Rektor 1 IAIN Sorong).
3. Ir. H. Irman Amri, ST., MT., IPM ( Wakil Rektor IV Universitas Al-Amin Muhammadiyah Sorong).
4. Dr. Arsyad Ambo Tuwo., M.Ag ( Kepala Biro AUAK IAIN Sorong).
5. Dr. Surahman Amin., LC., M.A ( Dekan Fakultas Syariah dan Dakwah IAIN Sorong)
6. Hasbullah Ph.D ( Dosen Pascasarjana IAIN Sorong)
7. Dr. Fardan Abdillah., M.M. Pd.I (Dosen Pascasarjana IAIN Sorong)
III. DEWAN PENYANTUN
1. H. Anshar Karim ( Wakil Walikota Sorong)
2. La Ode Samsir., S.T. (Anggota DPR PBD)
3. H. Firman Baco ( Pengusaha)
4. Edy Sabara ( Pengusaha)
5. H. Fahmi ( Pengusaha)
6. H. Nasrul ( Pengusaha)
IV. PENGURUS WILAYAH
Ketua: Muhammad Taslim., S.Sos., M.Pd
Wakil Ketua: Ilham Djuhaefah., S.Ag
Sekretaris: Abdurrahman. S. Sy
Wakil Sekretaris: Abdul Munir., S.Pd
Bendahara: Handzalah., S.Pdi.
V. DEPARTEMEN- DEPARTEMEN
5.1. Departemen Dakwah dan Keumatan
Ketua: Heru Sujaryanto., M.Pd
Sekretaris: Hernawan., S.Pd
Anggota:
Slamet Widodo., M.Pd
Didin Wahyudin., S.Ag
Rusdianto., S.Pd
5.2. Departemen Organisasi dan Keanggotaan
Ketua: Drs. Sattu., M.Si
Sekretaris: Muhrodi., S.Pd
Anggota:
Syamsudin Datu., M.Pd
Abdullah., M.Pd
H. Muh Akib Pua Mudda., S.Sos., S.H.
5.3. Departemen Pendidikan dan Pelatihan
Ketua: Wahab Aebasri., M.Pd
Sekretaris: Daeng Risabang., M.Pd
Anggota:
Agusanto., S.Ag
Ahmad Rumeon., S.Pdi
Kapten Infantri. Jasmani
5.4. Departemen Humas, Informasi, dan Advokasi
Ketua: Lukman Santoso., S.Pd., M.Pfis
Sekretaris: Masjono., M.Pd
Anggota:
Muhammad Adnan Firdaus., S.Ag., M.Pd
Basri., S.Pd., M.Pd
Syachrul Rudianto., AMd
5.5. Departemen Ekonomi dan Kesejahteraan
Ketua: H. Faruq Mubaroq., S.HI
Sekretaris: H. Siddin., S.Sos., M.Pd
Anggota:
H. Lukman Toho
H. Amrizal Syam
Drs. H. Firdaus Rahman
5.6. Departemen Kepemudaan dan Media
Ketua: Yusuf Septian Nur Efendi., M.Sos
Sekretaris: Alwi Safar., S.Q
Anggota:
Usman Mansur., S.Pd
Ali Abdillah., SQ
Muhammad Yamin., S.Pd
KETUM IKADI: DA’I ITU MEMBANGUN HARMONI, BUKAN MENEBAR BENCI
Di dalam sambutan sekaligus amanahnya pasca pengambilan sumpah janji dan pengukuhan.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Da’i Indonesia, Ahmad Kusyairi Suhail mengatakan bahwa Organisasi Kemasyarakatan Islam Ikatan Da’i Indonesia terus berprogres membangun jejaring dan struktur di Indonesia.
Menurut Kusyairi, itu terus dilakukan untuk semakin mengokohkan eksistensi Ikadi sebagai Ormas Keagamaan Nomor 3 di Indonesia setelah Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah.
Dalam konteks Visi Misi Ikadi sebagai Perekat Umat dan Bangsa, Kusyairi mengingatkan segenap Pengurus Wilayah Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) Papua Barat Daya untuk membangun harmoni.
“Da’i, atau juru dakwah itu bertugas membangun harmoni sosial, bukan mebebar benci terhadap individu maupun kelompok masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) Papua Barat Daya terpilih Muhammad Taslim menegaskan 4 motif penting dibentuknya PW Ikadi Papua Barat Daya.
Muhammad Taslim yang 2 Periode memimpin Pimpinan Daerah Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) Kota Sorong membuatnya termotivasi membentuk Pimpinan Wilayah Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) Papua Barat Daya.
Menurut dirinya, jika harus disebutkan. Setidaknya, ada 4 hal yang jadi Strong Why dibentuknya PW Ikadi Papua Barat Daya, yaitu:
1. Ikadi sebagai organisasi adalah wadah mencetak dai baru dan di Provinsi Papua Barat Daya belum ada organisasi da’i yang khusus mengurus da’i.
2. Dengan adanya Ikadi bisa menjaga dan memelihara marwah dan integritas da’i.
3. Ikadi membuat peta jalan dakwah, khusus di Tanah Papua sebagai daerah minim Penduduk Muslim sehingga da’i bekerjanya terukur.
4. Ikadi sebagai wadah juga memudahkan da’i meningkatkan kompetensinya.
BARU LAHIR, LANGSUNG RAPAT KERJA
Struktur Pengurus Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Papua Barat Daya yang baru saja dilantik dan dikukuhkan, langsung action.
Ibarat bayi yang baru lahir, meski dengan berbagai keterbatasan, PW Ikadi Papua Barat Daya harus langsung action.
Itu sebabnya, selepas dilantik dan dikukuhkan langsung oleh Ketua Pengurus Pusat Ikadi, Dr. K.H. Ahmad Kusyairi.
Selepas Shalat Dhuhur, seluruh pengurus dan personil langsung menggelar Rapat Kerja Tahunan 2026-2027, dengan perincian visi departemen dan program kerja sebagai berikut:
1. Departemen Dakwah dan Keumatan Tujuan: Menguatkan pemahaman, pengamalan, dan penghayatan ajaran Islam di tengah umat.
Program Pokok
1. Penguatan dakwah rutin ( khutbah, pengajian, majelis taklim)
2. Dakwah tematik ( akidah, ibadah, akhlak, muamalah, moderasi beragama)
3. Dakwah berbasis komunitas ( masjid, kampus, sekolah, lingkungan kerja)
4. Pembinaan muballigh/ dai
5. Dakwah sosial
Program Pendukung:
@ Penyusunan modul dakwah
@ Pemetaan wilayah dan kebutuhan umat
@ Dakwah digital dan konten keislaman
2. Departemen Organisasi dan KeanggotaanTujuan: Mewujudkan organisasi yang tertib, solid, dan berkelanjutan.
Program Pokok:
1. Penataan struktur dan tata kelola organisasi
2. Rekrutmen dan pendataan anggota
3. Pembinaan ideologi dan loyalitas anggota
4. Konsolidasi internal ( rapat, musyawarah, silaturrahim)
5. Kaderisasi berjenjang
Program Pendukung
@ Database keanggotaan berbasis digital
@ Penyusunan SOP dan AD/ ART
@ Penguatan disiplin dan etika organisasi
3. Departemen Pendidikan dan Pelatihan Tujuan: Meningkatkan kualitas SDM umat dan kader organisasi
Program Pokok:
1. Pelatihan dasar dan lanjutan kader
2. Pendidikan keagamaan ( tahsin, tahfidz, tafsir, fiqih)
3. Pelatihan kepemimpinan dan manajemen dakwah
4. Pelatihan guru ngaji, dai muda, dan instruktur
5. Workshop peningkatan kompetensi ( public speaking, literasi digital)
Program Pendukung:
@ Penyusunan kurikulum dan modul
@ Kerja sama dengan lembaga pendidikan
@ Sertifikasi dan evaluasi peserta
4. Departemen Humas, Informasi dan Advokasi
Tujuan: Membangun citra positif organisasi dan melindungi kepentingan umat.
Program Pokok:
1. Publikasi kegiatan dan informasi organisasi
2. Pengelolaan media ( website, media sosial, buletin)
3. Hubungan kelembagaan dengan pemerintah dan ormas
4. Advokasi isu keumatan ( pendidikan, sosial, keagamaan)
5. Klarifikasi dan respon isu strategis umat
Program Pendukung:
@ Pelatihan jurnalistik dan media
@ Tim respon cepat isu keumatan
@ Dokumentasi dan arsip organisasi
5. Departemen Ekonomi dan Kesejahteraan umat
Program Pokok:
1. Pemberdayaan ekonomi umat ( UMKM, koperasi, usaha produktif)
2. Pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf
3. Bantuan sosial dan santunan ( fakir miskin, yatim, dhuafa)
4. Pelatihan kewirausahaan syariah
5. Ketahanan keluarga dan ekonomi jamaah
@ Kemitraan dengan lembaga keuangan syariah
@ Pendampingan usaha anggota
@ Program ekonomi berbasis masjid/ komunitas
6. Departemen Kepemudaan dan Media Tujuan: Mencetak generasi muda Islam yang berkarakter, kreatif, dan berdaya saing.
Program Pokok:
1. Pembinaan remaja dan pemuda masjid
2. Penguatan karakter dan kepemimpinan pemuda
3. Dakwah kreatif dan konten digital
4. Literasi media dan anti hoaks
5. Kegiatan seni, budaya, dan olahraga Islami
Progran Pendukung:
@ Komunitas kreator dakwah
@ Pelatihan desain, video, dan media sosial
@ Event kepemudaan dan kampanye nilai keislaman
MEMAKSIMALKAN KEHADIRAN KETUA UMUM IKADI PUSAT
Kehadiran langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Da’i Indonesia, Dr. K.H. Ahmad Kusyairi Suhail dalam Pelantikan PW Ikadi Papua Barat Daya adalah keistimewaan.
Oleh karena itu, Struktur PW Ikadi Papua Barat Daya berusaha memaksimalkan kehadiran beliau dengan menggelar Pengajian Akbar dan Pengajian Subuh.
Pengajian Akbar yang berlangsung di Masjid Al-Hikmah, Kompleks Tranmigrasi, Dekat Bandara DEO Sorong ini disponsori oleh Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma).Yakesma adalah lembaga amil zakat terkemuka di Kota Sorong yang kerapkali mensponsori kegia


Tidak ada komentar