
Pare-Pare,katatanahpapua.com — Sivitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Sulawesi Selatan, terus menunjukkan eksistensinya di kancah internasional.
Kali ini, sejumlah dosen dan mahasiswa diterjunkan langsung dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaboratif Internasional yang melintasi tiga negara sekaligus: Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Program berdurasi 10 hari yang berlangsung mulai 25 Oktober hingga 4 November 2026 ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara IAIN Parepare dengan Southeast Asian Association for Asian Studies (SEAAM).
Dalam ajang internasional ini, IAIN Parepare mengutus lima perwakilan yang terdiri dari dua dosen dan tiga mahasiswa. Tak hanya sekadar pengabdian masyarakat, rombongan ini juga mengemban misi pengembangan riset dan observasi lapangan lintas negara.
Agenda mereka terbilang padat, rombongan dijadwalkan menyambangi 10 perguruan tinggi dan lembaga riset terkemuka di ketiga negara ASEAN tersebut. Rangkaian kegiatannya meliputi seminar bersama, kunjungan akademik, hingga observasi lapangan.
Komite Saintifik SEAAM, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah krusial untuk mempererat sinergi akademik di kawasan Asia Tenggara.
“Pengabdian masyarakat kolaboratif internasional ini menjadi platform kerja sama Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk memperkuat jejaring akademik dan riset lintas negara,” ujar Ismail kepada awak media, Sabtu (24/10/2026).
Ismail menambahkan, keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa akan memberikan pengalaman berharga secara langsung di tengah masyarakat dan lingkungan akademik internasional. Melalui diskusi dan observasi, para peserta dapat mengidentifikasi berbagai isu sosial sekaligus merumuskan solusi berbasis penelitian.
Lewat program terpadu ini, IAIN Parepare tidak hanya memperluas jangkauan pengabdian, tetapi juga mengintegrasikannya dengan penelitian dan pertukaran gagasan global.
“Kegiatan kali ini, kami berharap bahwa kerja sama antarlembaga di kawasan Asia Tenggara semakin terbuka dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pengabdian kepada masyarakat,” pungkas Ismail.



Tidak ada komentar