
Sorong,katatanahpapua.com — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menegaskan komitmennya untuk melakukan perombakan besar-besaran dalam strategi kaderisasi dan politik elektoral menuju Pemilu 2029.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPP PPP, H. M. Mardiono, saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II PPP yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting pada Rabu (12/8/2026).
Di hadapan seluruh Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP dari 38 provinsi di Indonesia, Mardiono menggarisbawahi bahwa arah perjuangan partai ke depan adalah mencetak tokoh-tokoh baru yang lahir langsung dari akar rumput, bukan bergantung pada figur yang sudah mapan.
“Pola PPP ke depan adalah mencetak tokoh, bukan ketergantungan pada tokoh. Kita ingin membuat tokoh-tokoh baru dari masyarakat biasa. Seseorang yang tadinya mungkin sopir truk atau tukang cangkul, kita dorong dan orbitkan hingga menjadi seorang tokoh pemimpin,” ujar Mardiono dalam pengarahannya yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi utama PPP dalam menjalankan fungsi partai politik, yakni merebut kembali mandat rakyat demi menempatkan kader-kader terbaik di posisi legislatif maupun eksekutif.
Menurut Mardiono, kunci utama kemenangan dalam politik elektoral terletak pada perolehan suara terbanyak langsung dari tempat pemungutan suara (TPS).
Ia mengingatkan seluruh jajaran pengurus wilayah bahwa setiap suara rakyat memiliki kedudukan yang setara dan sangat berharga tanpa memandang latar belakang maupun strata sosial.
Oleh karena itu, target utama partai adalah memenangkan hati masyarakat di seluruh pelosok negeri secara adil dan merata.
Melalui Rakornas II ini, DPP PPP menginstruksikan seluruh jajaran DPW se-Indonesia untuk segera memperkuat kerja-kerja kerakyatan dan membuka ruang seluas-luasnya bagi potensi lokal agar siap bertarung dan merebut kepercayaan publik pada pesta demokrasi mendatang. (M)





Tidak ada komentar