Kepala BGTK Papua Barat Tutup Pelatihan Fasilitator Daerah Matematika Gembira IN-1, Tekankan Implementasi Nyata di Sekolah

Yusuf Muri Salampessy
25 Jun 2026 00:38
4 menit membaca

“Kesamaan kita dengan sejarah adalah kalau sejarah mengenang kisah, kalau kita sebagai guru memperjuangkan asa, yaitu masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin tidak langsung terlihat hasilnya, tetapi akan menjadi bekal berharga bagi kehidupan anak-anak kita di masa yang akan datang.”

Kota Sorong – Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Papua Barat, Suharman, S.IP., M.KP., secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Fasilitator Daerah (FasDa) Matematika Gembira In Service Learning 1 (IN-1) yang diselenggarakan di Kyriad M Hotel Kota Sorong pada 22–25 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 48 guru jenjang PAUD dan SD dari Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya yang dipersiapkan menjadi fasilitator daerah dalam mengimplementasikan pembelajaran Matematika Gembira di satuan pendidikan masing-masing.

Dalam sambutan penutupannya, Suharman menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi, semangat, dan komitmen yang ditunjukkan selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, pelatihan ini merupakan awal dari perjalanan panjang untuk menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih bermakna, menyenangkan, dan berpihak kepada murid.

“Kegiatan ini jangan berhenti hanya sampai di ruang pelatihan. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh peserta mampu mengimplementasikan pendekatan Matematika GEMBIRA di sekolah masing-masing. Semangat dan kecintaan terhadap matematika harus terus mengalir sehingga murid memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan dan memberikan banyak kebermanfaatan,” ujar Suharman.

Ia menegaskan bahwa implementasi alur GEMBIRA harus benar-benar menjadi bagian dari praktik pembelajaran sehari-hari. Alur tersebut meliputi Gali dan Eksplorasi, Muat Konten, Buat Aktivitas, Ikuti Pemikiran Murid, serta Rayakan dan Akhiri. Menurutnya, pendekatan ini memberikan ruang kepada murid untuk aktif berpikir, bereksplorasi, berdiskusi, dan membangun pemahamannya sendiri sehingga matematika menjadi mata pelajaran yang menyenangkan.

Dalam kesempatan tersebut, Suharman juga menyampaikan pesan yang menggugah semangat para guru agar terus mengabdikan diri bagi masa depan generasi bangsa.

“Kesamaan kita dengan sejarah adalah kalau sejarah mengenang kisah, kalau kita sebagai guru memperjuangkan asa, yaitu masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin tidak langsung terlihat hasilnya, tetapi akan menjadi bekal berharga bagi kehidupan anak-anak kita di masa yang akan datang.”

Menurutnya, guru memiliki peran strategis sebagai pembentuk masa depan bangsa. Oleh karena itu, setiap pembelajaran yang dilakukan di kelas harus mampu memberikan harapan, membangun karakter, dan menumbuhkan kecintaan murid terhadap proses belajar.

Lebih lanjut, Suharman menjelaskan bahwa berakhirnya kegiatan In Service Learning 1 (IN-1) bukanlah akhir dari proses pengembangan kompetensi fasilitator daerah. Seluruh peserta akan melanjutkan program pada tahap On-the-Job Training (OJT). Pada tahap ini, peserta diharapkan mampu menyusun perencanaan pembelajaran yang baik, mengimplementasikan Matematika GEMBIRA di kelas, serta melakukan refleksi bersama fasilitator sebagai bagian dari penyempurnaan praktik pembelajaran.

“Manfaatkan tahapan OJT ini sebaik-baiknya. Susun perencanaan pembelajaran dengan matang, laksanakan di kelas, kemudian lakukan refleksi bersama fasilitator. Dari proses inilah kompetensi kita akan semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi pembelajaran di sekolah,” pesannya.

Setelah pelaksanaan OJT, kegiatan akan berlanjut pada In Service Learning 2 (IN-2) yang akan dilaksanakan secara daring. Meskipun berlangsung secara virtual, Kepala BGTK Papua Barat berharap hal tersebut tidak mengurangi semangat seluruh peserta untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensinya.

“Walaupun IN-2 nanti dilaksanakan secara daring, jangan sampai hal itu mematahkan semangat kita untuk terus belajar. Semangat yang telah dibangun selama empat hari pelatihan ini harus tetap terjaga hingga seluruh rangkaian program selesai,” tambahnya.

Sebagai tahapan akhir, seluruh peserta akan melaksanakan Diseminasi di wilayah masing-masing. Pada tahap ini, setiap fasilitator daerah diharapkan dapat menyebarluaskan praktik baik pembelajaran Matematika GEMBIRA kepada minimal lima orang guru, dengan sasaran utama Kelompok Kerja Guru (KKG), Gugus PAUD, maupun komunitas belajar lainnya.

Melalui rangkaian kegiatan yang dimulai dari IN-1, OJT, IN-2, hingga Diseminasi, BGTK Papua Barat berharap lahir fasilitator-fasilitator daerah yang mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Program ini diharapkan mampu memperkuat budaya belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sehingga semakin banyak guru yang terinspirasi dan semakin banyak murid yang tumbuh dengan rasa percaya diri, kemampuan bernalar, serta kecintaan terhadap matematika.

“Guru yang hebat bukan hanya mengajarkan angka dan rumus, tetapi juga menanamkan harapan. Sebab, jika sejarah dikenang karena kisahnya, maka guru akan dikenang karena asa yang diperjuangkannya bagi masa depan anak-anak Indonesia.”

katatanahpapua.com adalah bagian dari jaringan media katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x