Kompleks Al-Amin, Jejak Muhammadiyah Sorong dan Kontribusi H. Abdul Rauf Abu (Bagian 2)

Kata Tanah Papua
13 Jul 2026 14:02
3 menit membaca

Sorong,katatanahpapua.com — Bakat bisnis Rauf Abu banyak terinspirasi oleh Kakak Iparnya, H. Hamire. Ia merupakan suami dari H. Najmah Abu Siddiq, salah satu pengusaha sukses di Sulawesi Selatan yang bahkan sudah menangani bisnis ekspor import ke mancanegara.

Rauf Abu pernah menjadi sopir pribadi H. Hamire.

MENDIRIKAN CV CAHAYA RAHMAT DAN TOKO RAHMAT

Kondisi Sorong yang saat itu Ibu Kota Kabupaten khususnya dan Irian Barat umumnya di Tahun 1960an masih sangat sepi dan kurang penduduk.

Orang-orang yang berani ke Irian Barat umumnya, Sorong khususnya. Jika ia bukan veteran atau keluarga tentara. Biasanya ia adalah para Perantau Bugis Makassar, Buton, Minang Jawa yang tangguh dan pemberani.

Jiwa bisnis yang kuat yang dimiliki oleh Rauf Abu plus pengalaman mengelola leverensir saat masih nebeng di H. Hamire. Membuat Rauf Abu punya insting bisnis yang sangat bagus saat tiba di perantauan, Sorong Irian Barat.

Bersama Adik Iparnya Rauf Gani dan kolega. Rauf Abu merintis CV Cahaya Rahmat yang saat itu dipercaya menangani Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sorong.

Untuk keperluan bahan bangunan CV Cahaya Rahmat yang menjadi mitra pemerintah daerah. Rauf Abu kemudian juga mendirikan Toko Rahmat yang saat itu terletak di Lokasi Pertama Pasar Remu, Jalan Basuki Rahmat.

PASAR REMU TERBAKAR, API BERHENTI SEBELUM MELAHAP TOKO RAHMAT

Di Tahun 1970an Pasar Remu Sorong sempat terbakar. Namun ajaibnya, titik api berhenti persis saat akan menjilati bangunan fisik Toko Rahmat.

Pasca kebakaran, para pedagang yang jadi korban kebakaran lalu direlokasi pemerintah pindah ke Kapling yang terletak di Jalan Jendral Sudirman.

Lokasi penampungan korban kebakaran Pasar Remu yang ditempatkan di Belakang Gedung Olahraga Kabupaten Sorong kini lebih dikenal dengan sebutan Kompleks Masjid Al-Azhar.

Padahal, dulu orang lebih mengenalnya dengan sebutan: “Kompleks Kapling.

MENDIRIKAN YAYASAN AL-AMIN

Sebelum Tahun 1970, Rauf Abu, kolega dan keluarga mendirikan Yayasan Al-Amin.

Banyak yang bertanya, katanya beliau adalah Kader Muhammadiyah, kok mendirikan yayasan? Mereka lupa, bahwa tokoh, kader dan aset Muhammadiyah di tahun-tahun 1960, 1970an masih sangat minim untuk tidak mengatakan belum ada sama sekali.

Visi Dakwah ala Rasulillah S.A.W lah rupanya yang ingin dirintis Rauf Abu beserta kolega, sahabat seperjuangan dan keluarga.

Apa itu? Bukankah jika kita membaca Shirah Nabawiyah (Sejarah Perjuangan Nabi Muhamnad S.A.W), kita akan menemukan fakta bahwa ada 3 Episentrum Sentral yang digagas oleh Rasulullah S.A.W saat hijrah ke Madinah, yaitu: Pasar, Masjid, Sekolah.

Inilah rupanya yang menginspirasi Rauf Abu, kolega dan keluarga terutama saat mendirikan Yayasan Al-Amin. Notaris Pertama Yayasan Al-Amin berdomisili di Jalan Emi Saelan Makassar.

Dan untuk pengurusan akta notaris yayasan banyak melibatkan 2 Anak Mantu H. Abdul Rauf Abu, yaitu H. Arifuddin dan Haji Syarif.

Perwakilan Yayasan Al-Amin sendiri beralamat di Jalan Pongtiku Nomor 138, Kota Makassar. Sedangkan Perwakilan Toko Rahmat dan CV Cahaya Rahmat beralamat di Jalan Pucangan, Surabaya.

………. (Bersambung)

__________________

Penulis:

Muhammad Adnan Firdaus (Mantan Wartawan Majalah Islam SABILI Jakarta dan Harian Umum Fajar Papua)

katatanahpapua.com adalah bagian dari jaringan media katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x