
Penulis: Muhammad Adnan Firdaus (Mantan Wartawan Majalah Islam SABILI Jakarta dan Harian Umum Fajar Papua Sorong).
Lanjutan…..

KOMPLEKS AL-AMIN DAPUR KADER MUHAMMADIYAH
Tahun 1970an, dengan menggandeng, taawun dengan masyarakat.
Rauf Abu bersama Assabiqunal Awwalun, Kader-Kader Inti Muhammadiyah, juga keluarga dan kolega. Mereka mendirikan Masjid Al-Amin.
Tanah di lokasi Kompleks Al-Amin sebagian adalah tanah wakaf. Sebagiannya dibeli oleh Yayasan Al-Amin.
Tahun 1971, Keluarga Besar Yayasan Al-Amin, bersama umat Islam, juga Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) berkolaborasi merintis pendirian SD Yapis Muhammadiyah Remu.
SD Yapis Muhammadiyah Remu Pertama ini berlokasi di Jalan Rumberfon.
Di Jalan Rumberfon ini, Rauf Abu bersama Anak Mantunya Usman Satya Bora mendirikan Pabrik Tehel.
Karna masih dalam tahap merintis, kolaborasi dengan Yapis menjadi strategis apalagi mengingat Yapis adalah yayasan yang sudah eksis di Irian Barat bahkan sejak Tahun 1910an.
Dengan kolaborasi dan keterbatasan, di awal merintis SD Yapis Muhammadiyah Remu diputuskan untuk menumpangkan murid binaan di SD Inpres Negeri 2 yang terletak di Jalan Rumberfon.
Peserta didik awal yang dididik di SD Yapis Muhammadiyah Remu berasal dari lintas suku.
Namun terutama diisi juga oleh kader simpatisan Muhammadiyah dan keluarga.
Nama-nama seperti Mukhsanati Rauf Gani yang saat ini adalah Ketua Aisyiah Kota Sorong, Lukman Firdaus dan Al-Marhum Mantan Lurah Remu Selatan Sorong Ibrahim Muhiddin yang juga adalah Adik Kandung dari Kepala Sekolah Pertama SD Yapis Muhammadiyah Remu.
SD Yapis Muhammadiyah Remu ini tidak perlu diasuh Yayasan Al-Amin karna sudah ada Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) yang menaungi.
Di Tahun 1981, SD Yapis Muhammadiyah Remu berpindah ke Lokasi Baru, di Jalan Puyuh, Kampung Pisang, Remu Utara. Dan di Tahun 1990an lepas secara otonom dari Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) dan memiliki brand baru dengan nama: SD Muhammadiyah 1, Remu Sorong. Sementara itu, sejak Tahun 1974, 1975 sampai 1975.
Berlokasi di Kompleks Masjid Al-Amin, didirikanlah SMP Al-Amin yang dengan seiring waktu diberi imbuhan Muhammadiyah menjadi SMP Al-Amin Muhammadiyah.
Demikian pula dengan SMA Al-Amin yang berlokasi yang sama.Juga diberi imbuhan Muhammadiyah menjadi SMA Al-Amin Muhammadiyah.
Tak jauh dari Lokasi Kompleks Al-Amin Muhammadiyah berdiri Panti Asuhan Putri Al-Amin.Yang menurut keterangan saksi hidup saat tulisan ini dibuat.
Biaya Pembangunan Panti Putri Al-Amin (yang saat ini juga sudah ditambah imbuhan Muhammadiyah menjadi Panti Asuhan Putri Muhammadiyah) 100% hampir dibiayai Yayasan Al-Amin, C.Q. Toko Rahmat.
Demikian pula dengan beberapa proyek dakwah, baik atas nama Al-Amin ataupun Muhammadiyah.
Alhamdulillah, Toko Rahmat dan Rauf Abu selalu bersedia jadi “bohir” meski tentu saja dengan tetap mengajak partisipasi umat, kolega dan keluarga besar, juga masyarakat umum.
Rauf Abu, Sosok Dermawan Muhammadiyah yang Sedikit Bicara Banyak Kerja.
Demikianlah Haji Abdul Rauf Abu yang semasa hidup akrab dipanggil ” Haji Tua” sebagai penghormatan atas senioritas beliau.
Beliau adalah sosok dermawan yang mau berjihad dengan hartanya untuk menghidupi Dakwah Muhammadiyah meskipun untuk berapa saat memakai Yayasan Al-Amin yang dalam statunya selalu menyatakan: Yayasan Al-Amin adalah Amal Usaha Muhammadiyah.
Menurut Ahmad Hidayat, Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum yang jadi saksi hidup bagaimana Masjid Al-Amin dibangun.
Ahmad Hidayat mengatakan bahwa Rauf Abu adalah Cukongnya Pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah di Fase Awal Amal Usaha Muhammadiyah dirintis mulai dari Masjid, Sekolah, Panti Asuhan Putra Putri dan Lain-Lain.
Said Rajaning, yang pernah menjadi Sekretaris Yayasan Al-Amin bahkan mengatakan bahwa mayoritas tanah Panti Asuhan Putra Al-Amin yang saat ini jadi Lokasi SMA Muhammadiyah Al-Amin (Smaminso) adalah Milik Yayasan Al-Amin.
Selain tambahan wakaf dari H. Sahas, Mantan Ketua Majelis Ekonomi Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang dekat dengan Ustad Amiruddin Syam.
Di Lokasi Kompleks Al-Amin di Tahun 1970an, 1980an juga menyediakan beberapa petak rumah di Kompleks Al-Amin yang ditinggali beberapa Guru SMP dan SMA Al-Amin seperti Rustamadji, Muhammad Rusdan dan Amiruddin Syam.
Beberapa tahun kemudian setelah Rauf Abu wafat di Tahun 2004 dan Muhammadiyah mekar menjadi Pimpinan Muhammadiyah Kota dan Kabupaten Sorong.
Prestasi Rustamadji yang dulu adalah Guru Al-Amin kemudian melejit menjadi Perintis Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) yang dulu bermula dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP).
Amiruddin Syam sendiri, selain dari dulu adalah Dai Kondang.Dan di Tahun 2004 pernah menjadi Wakil Rakyat mewakili Aspirasi Warga Muhammadiyah di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sorong.
Muhammad Rusdan, selain pernah menjadi Kepala Sekolah SMP Al-Amin. Juga pernah jadi pengawas.
Dan sekarang menjadi Ketua Pimpinan Daerah Kota Sorong.Belum lagi ada sosok Muhammad Alwi Rahim yang juga Mantan Kepala Sekolah SMA Al-Amin, juga Pengasuh Panti Asuhan Al-Amin.
Alwi Rahim, beberapa tahun kemudian terangkat jadi Pegawai Negeri Sipil dan sempat jadi Kepala Pengadilan Agama Islam di Nabire dan Nusa Tenggara Timur.Adik Bungsu Rauf Abu, Firdaus Abu Siddik yang juga pernah merasakan “Berkah” Al-Amin dan Muhammadiyah.
Di Tahun 1999, di Pemilu Pertama Pasca Reformasi juga pernah menjadi Anggota DPRD Kota Sorong dari Partai Amanat Nasional.
Demikian pula dengan Anak Mantu Rauf Abu, Abdul Madjid Mustamin, Mantan Camat Doom yang di Tahun 2004 juga terpilih bersama Amiruddin Syam jadi Wakil Rakyat di DPRD Kota Sorong.
Mungkin tak ada hubungannya. Tapi banyak pihak mengatakan bahwa Al-Amin dan Kompleks Al-Amin yang fenomenal itu agaknya punya karomah.
Dan sedikit banyak punya andil langsung atau tidak langsung dari interaksi mereka dengan Al-Amin. Para tokoh dan sosok di atas pada momentum yang pas, tampil juga sebagai tokoh.
Termasuk dengan sosok yang jauh lebih muda seperti Syafruddin Sabonnama yang 2 Periode Pernah jadi Anggota DPRD Kota Sorong.
Syafruddin Sabonnama adalah Aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sorong dan juga Alumni SMP Al-Amin Sorong.
Yang dalam testimoninya kepada penulis menyatakan kagum dan terinspirasi dengan Rauf Abu.
Bagaimana dengan Hermanto Suaeb?Hermanto Suaeb adalah 1 dari beberapa orang Calon Dosen yang di Tahun 1980an didatangkan khusus oleh Yayasan Al-Amin untuk mengabdikan ilmunya di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Al-Amin Sorong.
Perguruan Tinggi yang diasuh oleh Yayasan Al-Amin dan di Statuta disebut terang benderang sebagai: Amal Usaha Muhammadiyah.
Meskipun secara Legal Standing Penyelenggaraan adalah di bawah Yayasan Al-Amin
(Bersambung)…





Tidak ada komentar