
Kota Sorong — Papua Barat Daya, Usai pelaksanaan Sholat Iduladha 1447 Hijriah di Universitas Muhammadiyah Sorong pada Rabu, 27 Mei 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Dialog Pendidikan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti di Aula Rektorat UNAMIN Sorong Lantai 3.
Dialog pendidikan tersebut mengusung tema “Membangun Mindset Maju, Mental Tangguh, dan Misi Pendidikan untuk Indonesia Hebat”. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan, Direktur Kursus dan Pelatihan, Direktur Sekolah Menengah Atas, Kepala BGTK dan BPMP Papua Barat beserta para fungsional dan staf, Rektor dan Civitas Akademika UNAMIN Sorong, Civitas Akademika Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat Daya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sorong, Aisyiyah, serta tamu undangan lainnya.
Dalam dialog tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan apresiasi dan rasa salut terhadap perkembangan kampus Muhammadiyah di Papua Barat Daya, khususnya UNAMIN dan UNIMUDA Sorong yang terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan di tanah Papua.
Beliau juga menyoroti adanya kesenjangan pendidikan antara Indonesia bagian Timur dan Barat. Menurutnya, beberapa faktor seperti kondisi ekonomi, geografis, serta budaya menjadi tantangan tersendiri, khususnya di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya yang memiliki banyak pulau dan daerah terpencil.
Selain itu, faktor budaya seperti pernikahan dini turut memengaruhi Angka Partisipasi Pendidikan di beberapa wilayah. Oleh sebab itu, Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan pentingnya pengembangan pendidikan nonformal dan pendidikan masyarakat di daerah kepulauan seperti Raja Ampat agar akses pendidikan tetap dapat dirasakan seluruh masyarakat.
Dalam pemaparannya, beliau menekankan tiga hal penting yang harus dimiliki insan pendidikan, yaitu mindset maju, mental tangguh, dan misi pendidikan yang lurus.
“Mindset maju hendaknya tidak menjadikan kondisi geografis sebagai halangan, melainkan tantangan yang harus dihadapi,” ujarnya.
Beliau juga menjelaskan bahwa mental tangguh adalah kemampuan menjadikan kegagalan sebagai keberhasilan yang tertunda, serta terus berjuang tanpa menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan.
Sementara itu, misi pendidikan yang lurus dimaknai sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Ketiga nilai tersebut, menurut Menteri Abdul Mu’ti, harus dipegang teguh oleh seluruh insan pendidikan dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Hebat.


Tidak ada komentar