
Kota Sorong, Papua Barat Daya — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti melaksanakan kunjungan kerja di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada tanggal 26–28 Mei 2026. Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat transformasi pendidikan nasional, khususnya melalui program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan di wilayah Papua Barat Daya.
Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia bahwa Indonesia yang hebat lahir dari sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan berkarakter. Presiden juga menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia harus dapat dikelola oleh sumber daya manusia bangsa sendiri yang memiliki daya saing global.
Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah terus mempercepat program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pendidikan hingga menjangkau daerah-daerah pelosok. Program revitalisasi difokuskan pada sekolah terdampak bencana, sekolah tertinggal, serta sekolah dengan kondisi kerusakan fisik yang membutuhkan penanganan prioritas.
Secara nasional, sasaran revitalisasi sekolah pada tahun 2025–2027 mencapai 71.744 satuan pendidikan. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pada bidang digitalisasi pendidikan, pemerintah terus memperluas akses teknologi pembelajaran guna memastikan seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang merata dan berkualitas.
Selain itu, Menteri Abdul Mu’ti menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak. Sekolah diharapkan menjadi rumah kedua bagi peserta didik dalam membangun karakter, akhlak, dan semangat kebangsaan.
“Sekolah adalah miniatur Indonesia,” ujar Menteri Abdul Mu’ti.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti juga mengapresiasi lagu Tanah Papua yang dinilai memiliki makna mendalam dan menggambarkan kecintaan masyarakat terhadap tanah Papua.
Pemerintah juga terus memperkuat peningkatan kompetensi guru melalui berbagai program strategis. Salah satunya melalui program beasiswa percepatan kualifikasi akademik bagi guru yang belum memiliki pendidikan sarjana (S1/D4), dengan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp3 juta per semester. Setelah menyelesaikan pendidikan akademik, guru diharapkan dapat melanjutkan ke Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Selain itu, guru juga diberikan pelatihan pada berbagai program prioritas, di antaranya Pembelajaran Mendalam, Bimbingan Konseling, Koding dan Kecerdasan Artifisial, PKGSD-MBI (Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris), Kepemimpinan Kepala Sekolah, STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), serta Matematika Gembira.
Pemerintah juga terus mendorong penguatan karakter peserta didik melalui berbagai program, seperti Program Makan Bergizi Gratis, Pagi Ceria, serta pelaksanaan Upacara Bendera setiap hari Senin dan hari-hari besar nasional.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) per tanggal 26 Mei 2026 akan disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan nasional.
Dalam kunjungan kerja tersebut, pemerintah juga menyampaikan daftar satuan pendidikan penerima program revitalisasi tahun 2025 dan 2026 di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, sebagai bentuk nyata pemerataan pembangunan pendidikan di wilayah Papua Barat Daya.
Menutup arahannya, Menteri Abdul Mu’ti mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Hebat.


Tidak ada komentar