Bukan Sekadar Jaminan Finansial: Lewat Program PEKA, BPJamsostek Dorong Ahli Waris Bangun Masa Depan Berkelanjutan

Kata Tanah Papua
19 Agu 2026 02:43
News 0 6
2 menit membaca

Manokwari,katatanahpapua.com — Kehilangan anggota keluarga dan penopang ekonomi tentu bukanlah hal yang mudah.

Namun, di balik duka yang mendalam, ada harapan baru untuk bangkit dan membangun kemandirian finansial secara berkelanjutan.

Guna memastikan dana santunan tidak habis begitu saja untuk kebutuhan konsumtif, BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Manokwari bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan edukasi dan pemberdayaan bagi para penerima manfaat atau ahli waris Program Jamsostek di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Rabu, 19 Agustus 206.

Melalui program Pemberdayaan Ekonomi dan Penerima Manfaat (PEKA), kegiatan ini diinisiasi secara serempak di 37 provinsi di Indonesia sebagai bentuk kepedulian nyata agar dana santunan duka dapat diubah menjadi modal produktif yang bernilai tambah.

Kepala Cabang BPJamsostek Manokwari, Gery Dame Malelak, menegaskan pentingnya mengubah pola pikir pengelolaan dana duka.

Selama ini, sebagian besar santunan cenderung dihabiskan untuk kebutuhan jangka pendek yang konsumtif, sehingga belum mampu menjamin ketahanan ekonomi keluarga dalam jangka panjang.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman para ahli waris agar pengelolaan santunan lebih diarahkan pada kegiatan produktif. Kami ingin santunan ini bukan sekadar jaring pengaman sesaat, melainkan modal dasar untuk menciptakan kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” ujar Gery.

Edukasi yang diberikan tidak berhenti di satu kali sosialisasi. BPJamsostek telah menyiapkan strategi pendampingan bertahap sejak awal proses pengajuan klaim, sehingga penerima manfaat memiliki gambaran jelas dalam mengalokasikan dana untuk usaha baru.

Langkah strategis ini disambut baik oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Manajer Madya OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Stella Sitanala, mengungkapkan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk membenahi tingkat literasi keuangan masyarakat.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026, indeks literasi keuangan di Papua Barat baru mencapai 41,60 persen, sementara inklusi keuangannya sudah menyentuh 86,75 persen. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang sudah mengakses produk keuangan, tetapi belum memiliki pemahaman yang cukup untuk mengelolanya secara bijak.

“Jika masyarakat semakin cerdas dan bijak mengelola keuangan, perilaku konsumtif perlahan akan berkurang. Kolaborasi bersama BPJamsostek ini merupakan langkah nyata untuk mencetak masyarakat Papua Barat yang lebih tangguh dan bijak secara finansial,” tutur Stella.

Melalui sinergi antara BPJamsostek dan OJK, diharapkan para penerima santunan di Manokwari tidak hanya terlindungi secara finansial pascamusibah, tetapi juga mampu berdiri tegak memutar roda perekonomian keluarga demi masa depan yang lebih sejahtera.

katatanahpapua.com adalah bagian dari jaringan media katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x