Menembus Batas Geografis: Binus Business School dan IAI Rawa Aopa Selaraskan Riset Lokal Menuju Panggung Dunia

Kata Tanah Papua
14 Jul 2026 06:45
3 menit membaca

Tangerang,katatanahpapua.com — Komitmen penguatan mutu akademik lintas wilayah resmi bersemi di Kampus Binus University Alam Sutera, Tangerang. Menjelang perhelatan akbar International Conference on Organizational Sustainability, Business, and Economics (ICOSBE) 2026, Binus Business School bersama Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan merealisasikan kemitraan strategis mereka lewat gelaran workshop pra-konferensi intensif pada Selasa, 14 Juli 2026.

Langkah progresif ini menjadi penanda nyata bahwa kesenjangan geografis tidak lagi menjadi sekat dalam melahirkan riset berkualitas. Pertemuan ilmiah ini dirancang khusus untuk membekali para dosen serta peneliti lokal dengan metodologi mutakhir, strategi menembus jurnal internasional bereputasi, hingga taktik membangun riset kolaboratif yang berdampak luas.

Hadir sebagai motor penggerak utama sekaligus pemateri tunggal, Prof. Ismail Suardi Wekke membawa perspektif global yang kaya. Selain menjabat sebagai Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, akademisi senior ini juga memegang posisi strategis sebagai Editor IGI Global Publisher dan Distinguished Professor di North Bangkok University, Thailand.

Kombinasi rekam jejak ini menjadikannya jembatan ideal untuk menarik potensi riset dari daerah ke kancah internasional.

“Workshop yang kita jalankan hari ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan implementasi konkret dari Letter of Intent (LoI) yang telah disepakati oleh Binus University dan IAI Rawa Aopa. Kemitraan akademik yang sehat harus melahirkan produk pengetahuan yang nyata dan aplikatif bagi peradaban,” ujar Prof. Ismail Suardi Wekke.

Riset Inklusif: Mendobrak Sekat Sentralisasi Ilmiah

Dalam pemaparan materinya, Prof. Ismail menyoroti tantangan multidimensi yang tengah dihadapi dunia pendidikan tinggi saat ini. Menurutnya, kompleksitas isu sosial dan bisnis modern tidak bisa lagi diselesaikan dengan ego sektoral atau riset individual. Dibutuhkan jejaring akademik yang inklusif, terbuka, dan saling melengkapi guna menghasilkan terobosan yang solutif.

Lebih lanjut, ia mendorong agar forum ilmiah internasional seperti ICOSBE 2026 mampu bertindak sebagai katalisator yang inklusif. Ruang-ruang akademik tidak boleh dikuasai oleh bias sentralisasi lembaga di kota-kota besar semata. Sebaliknya, para peneliti dari pelosok daerah, seperti Konawe Selatan, harus mendapat kesempatan setara untuk menyuarakan temuan lapangan mereka tanpa terkendala sekat geografis maupun prestise asal institusi.

Melalui sesi praktis workshop ini, para peserta diajak membedah formula penulisan yang diminati oleh penerbit global serta mendiskusikan peluang riset bersama (joint research). Langkah ini diharapkan dapat memicu lahirnya publikasi-publikasi bersama yang berbobot tinggi.

Kemitraan antara Binus Business School yang sarat reputasi urban dan IAI Rawa Aopa yang merepresentasikan pertumbuhan institusi daerah diharapkan terus bergulir secara konsisten. Output jangka panjang dari sinergi ini adalah lahirnya literatur ilmiah yang mampu memberikan kontribusi substantif, baik untuk memecahkan dinamika bisnis global maupun menyelesaikan problematik sosial di tingkat akar rumput.

katatanahpapua.com adalah bagian dari jaringan media katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x