
Jakarta,katatanahpapua.com — Gelombang transformasi ekonomi desa di Indonesia kini tak lagi sebatas wacana, melainkan pergerakan nyata yang kian meluas. Melalui gebrakan strategis Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI), produk-produk lokal unggulan karya anak bangsa dari pelosok desa kini bersiap menaklukkan panggung perdagangan internasional.
Langkah berani ini mendapat sambutan hangat serta dorongan penuh dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang menekankan pentingnya memperluas jangkauan pasar usaha desa hingga ke kancah mancanegara.
“Kita perlu mendorong penguatan pelaku usaha desa melalui peningkatan kapasitas usaha, pengembangan komoditas unggulan, dan pemanfaatan digitalisasi untuk memperluas akses hingga ke pasar ekspor,” kata Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Istana Wakil Presiden saat menjamu Ketua Umum APUDSI beserta jajaran pengurus, (Kamis, 13/8/2026)
Menurut Wapres, penguatan tersebut menjadi kunci utama dalam mendongkrak ekonomi lokal. “Langkah ini penting untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah produk, serta kesejahteraan masyarakat di daerah,” tambahnya.
Kehadiran APUDSI menjadi motor penggerak utama dalam mendobrak stigma bahwa produk desa hanya mampu berkutat di pasar lokal. Melalui diplomasi ekonomi yang agresif dan terstruktur, APUDSI sukses menggelar misi dagang (trade mission) ke sejumlah negara strategis di Eropa, seperti Belanda, Belgia, Prancis, hingga Swiss.
Tidak sekadar memamerkan produk-produk potensi desa pada ajang internasional seperti Discovering The Magnificence of Indonesia Expo, APUDSI juga menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (ASPINA) di Belanda serta jaringan intrading global.
Terobosan ini dirancang secara khusus untuk memotong rantai perantara atau tengkulak yang selama ini merugikan dan mencekik margin keuntungan para produsen desa.
Melalui ekosistem terpadu yang dibangun oleh APUDSI, para pelaku usaha desa kini memiliki akses langsung ke pembeli internasional, kepastian harga komoditas yang lebih stabil, akses pembiayaan usaha, serta pendampingan legalitas.
Bahkan, APUDSI telah meresmikan perwakilan di luar negeri guna memastikan keberlanjutan arus ekspor produk desa secara jangka panjang.
Ketua Umum APUDSI, Maulidan Isbar, menegaskan komitmen kuat organisasi untuk mengawal potensi desa dari Sabang sampai Merauke. APUDSI meyakini bahwa desa adalah benteng utama ketahanan ekonomi nasional. Dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia, digitalisasi, serta standardisasi mutu, pengusaha desa terbukti mampu berdiri sejajar dan bersaing di pasar global.
Apresiasi tinggi dan dukungan konkrit dari Wakil Presiden semakin memacu optimisme ini. Pemerintah menyambut baik terobosan APUDSI yang dinilai sejalan dengan visi pemerataan pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan.
“Antusiasme Pak Wapres sangat luar biasa sekali. Banyak hal yang kami diskusikan, mulai dari potensi pelaku usaha desa, komoditi lokal, hingga digitalisasi untuk menembus pasar ekspor,” ungkap Maulidan Isbar usai pertemuan tersebut.

Bersama APUDSI, desa tak lagi menjadi penonton dalam arus globalisasi, melainkan pemeran utama yang mengharumkan nama bangsa sekaligus membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat desa.
Tentang APUDSI:
Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) adalah organisasi wadah perjuangan dan penguatan bagi para pelaku usaha desa, berfokus pada pembangunan ekosistem bisnis, legalitas, akses pembiayaan, hingga penetrasi pasar global.





Tidak ada komentar