Perkuat Literasi Digital Pendidik, MAFINDO Latih 113 Guru Kelola Teknologi AI

Kata Tanah Papua
23 Agu 2026 22:28
News 0 12
2 menit membaca

Sorong,katatanahpapua.com — Dunia pendidikan terus bergerak cepat, dan teknologi Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) tak lagi sekadar wacana masa depan—ia telah tiba di ruang-ruang kelas hari ini. Merespons tantangan tersebut, sebanyak 113 guru se-Kabupaten Sorong berkumpul di SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong pada Sabtu (22/8/2026) untuk ikutserta dalam pelatihan bertajuk AI Goes To School (AIGTS).

​Kegiatan yang digagas oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) ini didukung penuh oleh Google.org, Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), serta Asian Development Bank (ADB). Sorong menjadi salah satu titik krusial dari target besar mendampingi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Para pahlawan tanpa tanda jasa ini dibekali enam modul pembelajaran, mulai dari pemahaman etika AI, teknik interaksi melalui manajemen prompt pada Large Language Model (LLM), hingga penerapan praktis untuk pengelolaan kelas dan penyusunan bahan ajar secara kreatif.

Program Officer AIGTS MAFINDO, Arya Budi Sutopo, menegaskan bahwa inti dari pelatihan ini adalah membangun cara berkomunikasi yang efektif dan bijak dengan teknologi.

“Selama ini guru kerap memakai AI sebatas pengaplikasian luar saja, tanpa tahu cara memberikan instruksi (prompt) yang tepat agar hasilnya sesuai kebutuhan. Namun, yang paling utama adalah memegang teguh etika. AI hadir bukan untuk menggantikan sosok guru, melainkan menjadi ‘asisten’ yang melipatgandakan kinerja dan kreativitas pendidik,” ujar Arya.

Langkah progresif para pendidik di Kabupaten Sorong ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat. Wakil Bupati Sorong, Ahmad Sutedjo, menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya pelatihan ini.

Menurutnya, literasi digital dan penguasaan AI adalah fondasi penting yang harus dimiliki guru agar siap mencetak generasi muda yang kritis dan bijak berteknologi.

Ahmad Sutedjo berharap kolaborasi semacam ini tidak berhenti sebagai acara seremonial sehari. Ia mendorong agar materi pelatihan dapat diintegrasikan ke dalam program berkelanjutan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong.

Guna memastikan dampak pelatihan terus mengalir, para peserta tidak hanya dibekali pengetahuan di lokasi acara, tetapi juga diberikan akses ke platform Learning Management System (LMS).

Melalui portal ini, para guru dapat terus mengasah kemampuan, mengakses materi baru, dan berdiskusi kapan saja.Kini, 113 guru di Kabupaten Sorong siap membawa angin segar perubahan ke sekolah masing-masing membuktikan bahwa dari Tanah Papua, semangat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi terdepan menyala begitu terang.

katatanahpapua.com adalah bagian dari jaringan media katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x