
Telukbintuni,katatanahpapua.com — Bergerak melalui pendekatan kultural yang inklusif serta penguatan pilar pendidikan dan sosial, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Teluk Bintuni sukses bertransformasi dari sebuah komunitas kecil di wilayah pesisir menjadi motor penggerak peradaban dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang diperhitungkan.
Akar Historis, Tokoh Perintis, dan Kepemimpinan Lokal

Sejarah pergerakan persyarikatan di Bumi Sisarmatiti ini berakar kuat sejak tahun 2006, ditandai dengan mulai berkiprahnya organisasi otonom perempuan Muhammadiyah melalui Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Teluk Bintuni.
Kehadiran awal gerakan ini diinisiasi oleh para tokoh perempuan tangguh, salah satunya Zulaikha selaku tokoh utama Aisyiyah Bintuni, yang bergerak merangkul masyarakat lintas suku dan agama melalui pemenuhan hak dasar kemanusiaan.
Eksistensi pergerakan dakwah juga disokong secara kokoh oleh ketokohan lokal. Salah satu figur besar perintis yang dihormati di Teluk Bintuni adalah almarhum Haji Akuba Kaitam (mantan Wakil Bupati Teluk Bintuni dua periode), yang menanamkan fondasi dedikasi bagi perkembangan umat.
Hasil Observasi Lapangan: Kompleks Tisay sebagai Episentrum Gerakan
Melalui pengamatan langsung di lapangan, pusat aktivitas dakwah, sosial, dan pendidikan Muhammadiyah Bintuni terkonsentrasi secara terpadu di kawasan Jalan Poros Bintuni, Kompleks Perguruan Muhammadiyah Tisay, Distrik Bintuni. Kawasan terintegrasi ini menjadi bukti fisik perkembangan organisasi dari dekade ke dekade.
Berdiri tegak berbagai amal usaha strategis yang beroperasi aktif melayani masyarakat umum, antara lain:
Lompatan Besar: Pendirian Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU)
Sejarah baru kembali diukir pada medio Juni 2025 melalui peluncuran resmi dan peletakan batu pertama pembangunan Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU).
Langkah monumental ini diresmikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi RI.
Kehadiran UNIMUTU di Kompleks Perguruan Tisay menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat Teluk Bintuni akan hadirnya pendidikan tinggi lokal yang bermutu.
Pada September 2025, UNIMUTU memulai babak akademik pertamanya dengan menyelenggarakan Masa Taaruf (PKKMB) bagi 568 mahasiswa baru angkatan pertama, di mana 66% di antaranya merupakan putra-putri asli dari 7 suku di Kabupaten Teluk Bintuni.
Dengan sejarah panjang yang sarat akan pengabdian dari para tokoh perintis hingga pengurus masa kini, Muhammadiyah Teluk Bintuni membuktikan diri bahwa batas geografis dan keberagaman bukanlah penghalang untuk menabur kemanfaatan, demi terwujudnya masyarakat Papua yang cerdas, maju, dan sejahtera.(M)





Tidak ada komentar