
Sorong,katatanahpapua.com — Ruang publik yang semestinya menjadi tempat aman dan nyaman bagi masyarakat mendadak tercoreng oleh aksi premanisme. Seorang pemuda yang diduga kuat berada di bawah pengaruh minuman keras (miras) berulah beringas dengan menganiaya seorang pedagang nasi kuning di kawasan Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Selasa (06/10/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIT
Aksi kekerasan ini sontak membuat para pengunjung dan pedagang lain di sekitar lokasi panik. Beruntung, respons sigap dari aparat kepolisian berhasil meredam situasi sehingga pelaku langsung diringkus sebelum amukan massa yang geram tak terkendali.
Kronologi: Dari Warung Malam hingga Aksi Arogan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula pada jam operasional malam ketika suasana Alun-alun Aimas sedang ramai dikunjungi warga yang mencari kuliner malam. Korban, seorang pedagang nasi kuning yang tengah sibuk melayani pembeli, tiba-tiba didatangi oleh pelaku.
Dalam kondisi yang diduga teler akibat menenggak minuman beralkohol, pelaku mulai bertingkah arogan dan mencari-cari masalah. Tanpa alasan yang jelas dan dilandasi kesadaran yang utuh, emosi pelaku meledak hingga berujung pada tindak kekerasan fisik terhadap korban.
Suasana malam yang hangat seketika berubah menjadi mencekam. Para pembeli yang sedang menikmati makanan sontak berhamburan menjauh, sementara warga sekitar berusaha melerai meski sempat diwarnai ketegangan akibat ulah agresif pelaku.
Gerak Cepat Polisi Amankan Pelaku
Tidak ingin situasi semakin memanas atau berisiko memicu aksi main hakim sendiri, warga segera menghubungi aparat kepolisian setempat. Mendapat laporan darurat terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tim patroli kepolisian langsung bergerak cepat (gercep) menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Setibanya di lokasi, petugas mendapati situasi yang masih dipadati oleh warga yang geram. Berbekal keterangan dari saksi mata serta ciri-ciri fisik pelaku, polisi tanpa buang waktu langsung mengamankan pemuda tersebut.
Pelaku digelandang ke Markas Kepolisian tanpa perlawanan berarti. Kehadiran aparat penegak hukum ini berhasil meredakan emosi massa yang sudah telanjur geram dengan tindakan sewenang-wenang tersebut.
“Pelaku saat ini sudah berhasil kami amankan di kantor polisi dan tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif di balik aksi penganiayaan ini,” ujar pihak kepolisian setempat.
Warga Resah, Desak Patroli Rutin di Ruang Publik
Kasus penganiayaan ini langsung memantik reaksi keras dari masyarakat luas, khususnya warga yang tinggal di sekitar Aimas. Alun-alun yang dibangun sebagai pusat aktivitas publik, tempat bersantai keluarga, serta pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui sentra kuliner, kini justru disorot karena masalah keamanan malam hari.
Sejumlah warga dan pedagang sekitar mendesak agar pemerintah daerah bersama aparat kepolisian meningkatkan intensitas patroli rutin. Konsumsi minuman keras di tempat umum dinilai menjadi akar masalah utama dari berbagai tindak kriminalitas jalanan yang meresahkan warga.
“Kami minta pengamanan di Alun-alun Aimas diperketat. Kalau dibiarkan, orang jadi takut mau jualan atau sekadar nongkrong malam-malam. Miras ini harus diberantas sampai ke akar-akarnya,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.
Kini, warga berharap proses hukum terhadap pelaku dapat berjalan secara transparan dan tegas. Efek jera dinilai sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali, sekaligus mengembalikan fungsi ruang publik di Aimas sebagai zona yang aman, tertib, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.(M)
===========
Berita serupa telah diterbitkan oleh Media Suara Konservatif dengan judul: Pemuda di Bawah Pengaruh Alkohol Aniaya Pedagang Nasi Kuning di Alun-Alun Aimas, Polisi Cepat Amankan Pelaku





Tidak ada komentar