Marco Kalami: Menyalakan Obor Perjuangan di Jalan Sunyi Pragmatisme

Kata Tanah Papua
22 Jul 2026 14:07
3 menit membaca

Sorong,katatanahpapua.com — Di tengah derasnya arus politik berbiaya tinggi dan kepungan pragmatisme yang kerap mereduksi pemilu sekadar ajang transaksi suara, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Provinsi Papua Barat Daya memilih menempuh jalur yang tidak biasa.

Partai berlambang Ka’bah ini secara resmi menegaskan tekadnya untuk menyalakan kembali “obor perjuangan”—merawat politik moral, nilai kebangsaan, dan keberpihakan tulus kepada rakyat demi menyongsong Pemilu 2029.

Sebagai provinsi termuda di Tanah Papua, Papua Barat Daya menyajikan lanskap politik dan geografis yang amat kontrastif. Mulai dari riuk gemuruh pusat ekonomi di Kota Sorong, kawasan pegunungan di Maybrat dan Tambrauw, hingga gugusan pulau-pulau terluar eksotik di Raja Ampat.

Di balik keindahan dan kekayaan alamnya, daerah otonomi baru (DOB) ini menyimpan tantangan pembangunan yang tidak sederhana.

Menembus Tantangan Geografis dan Arus Pragmatisme

Kondisi geografis yang membentang dari lautan lepas hingga perbukitan terisolasi menjadikan biaya logistik dan jangkauan politik di Papua Barat Daya amat mahal.

Situasi ini acapkali menyuburkan praktik politik pragmatis, di mana kehadiran partai politik hanya dirasakan publik jelang hari pemungutan suara semata.

PPP Papua Barat Daya menyadari betul bahaya dari fenomena “jalan pintas” tersebut.

Melalui pendekatan yang humanis dan berakar pada nilai-nilai keagamaan serta kearifan lokal, PPP memilih menempuh “jalan sunyi”: hadir mengabdi di tengah masyarakat secara konsisten tanpa harus menunggu momentum lima tahunan.

“Pragmatisme mungkin menawarkan kemenangan instan, namun ia sering kali meninggalkan luka sosial dan pembangunan yang semu. Kami memilih jalan sunyi ini untuk membuktikan bahwa politik sejatinya adalah alat pelayanan. Obor perjuangan ini kami nyalakan bukan sekadar untuk meraih kursi, melainkan untuk memastikan keadilan sosial hadir hingga ke pulau terluar dan kampung terisolasi,” tegas Marco Kalami, Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Mahasiswa DPW PPP Papua Barat Daya.

Membaca Peluang di Tanah yang Kaya

Di balik tantangan medan yang berat, Papua Barat Daya menyimpan potensi luar biasa. Mulai dari sektor pariwisata kelas dunia di Raja Ampat, potensi maritim yang melimpah, hingga posisi strategis Kota Sorong sebagai pintu gerbang ekonomi kawasan Papua.

Melihat peluang besar tersebut, PPP Papua Barat Daya menyiapkan arah baru perjuangan partai yang menyasar kebutuhan nyata masyarakat:

  1. Pemberdayaan Ekonomi Pesisir dan Masyarakat Adat: Mendorong kebijakan anggaran daerah yang berpihak pada nelayan lokal, petani, dan pelaku UMKM di tingkat kampung.
  2. Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM): Memperjuangkan akses pendidikan dan kesehatan yang merata serta terjangkau bagi generasi muda Asli Papua (OAP).
  3. Kaderisasi Bermartabat & Inklusif: Merangkul beragam elemen—tokoh pemuda, perempuan, hingga tokoh masyarakat adat—untuk mencetak calon-calon pemimpin daerah yang bersih, berintegritas, dan tidak mudah tergoyahkan oleh politik uang.
  4. Menyongsong 2029: Mengembalikan Ruh Perjuangan

Langkah konsolidasi yang kini terus digencarkan dari tingkat provinsi hingga pengurus anak cabang di pelosok distrik merupakan bentuk komitmen jangka panjang.

PPP ingin menjadikan rumah besarnya sebagai tempat bernaung yang teduh, inklusif, dan responsif terhadap jeritan hati rakyat kecil.

Tahun 2029 memang masih berjarak beberapa tahun ke depan, namun bagi PPP Papua Barat Daya, obor perjuangan sudah dinyalakan hari ini.

Dengan niat yang lurus, kerja keras, dan doa rakyat, partai ini optimistis mampu menembus rimba dan samudra politik Papua Barat Daya demi menghadirkan perubahan yang nyata dan bermartabat. (M)

katatanahpapua.com adalah bagian dari jaringan media katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x