
Penulis: Hafizh Hasan Saputra, S.Pd.
Kota Sorong, Papua Barat Daya – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Papua Barat secara resmi membuka Pelatihan Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah pada Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (AI). Kegiatan yang berlangsung di VEGA Prime Hotel & Convention, Kota Sorong, ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui BGTK Provinsi Papua Barat dalam mempercepat transformasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pelatihan diselenggarakan secara hybrid, diawali dengan pembelajaran daring pada 30 Juli–1 Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan pembelajaran luring pada 3–6 Agustus 2026. Sebanyak 57 peserta yang terdiri atas guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dari 14 satuan pendidikan yang telah ditetapkan sebagai sekolah model mengikuti kegiatan ini. Para peserta berasal dari enam kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, yaitu Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Kaimana, dan Kabupaten Manokwari.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Ferdinan Fransiskus, S.Pd., M.S., menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial secara efektif di satuan pendidikan. Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun perangkat pembelajaran yang inovatif, mengembangkan perencanaan manajerial sekolah, serta memperkuat keberlanjutan Komunitas Belajar (Kombel) sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan profesional.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Andreas Taa, M.Sos. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sorong sebagai tuan rumah penyelenggaraan pelatihan. Menurutnya, implementasi pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan ekosistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh proses pelatihan, tetapi juga oleh komitmen seluruh peserta dalam mengimplementasikan hasil pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.
“Kami sangat mendukung program ini. Namun, hal utama yang perlu diingat adalah saat melakukan pengimbasan ke wilayah masing-masing kelak, para guru, kepala sekolah, dan pengawas harus tetap mengutamakan perubahan nyata serta peningkatan mutu pembelajaran bagi peserta didik,” tegas Andreas Taa.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BGTK Provinsi Papua Barat, Suharman, S.IP., M.KP., menegaskan bahwa sekolah model memiliki peran strategis sebagai lokomotif transformasi pendidikan di daerah. Menurutnya, sekolah model diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran, inovasi, dan berbagi praktik baik yang dapat direplikasi oleh satuan pendidikan lain.
“Menjadi sekolah model berarti harus siap menjadi contoh sekaligus berbagi praktik baik kepada sekolah-sekolah lain di wilayahnya. Transformasi pembelajaran tidak berhenti pada pelatihan ini, tetapi harus diwujudkan melalui implementasi yang berkelanjutan dan pengimbasan yang berdampak,” ujar Suharman.
Berita Terkini & Referensi
- MAGELLO Edukasi Ratusan Siswa di Salobukkang Sidrap, Kenalkan Cara Cegah Demam Berdarah Sejak Dini
- Dari Lutra ke Panggung Gerindra, Andi Abdullah Rahim Kini Tak Hanya Bupati, Tapi Juga Panglima Partai
- Politik Enrekang Berubah Hari Ini: Aji Ucu Tinggalkan NasDem, Langsung Pegang Kemudi Gerindra
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Pelatihan ini didampingi oleh delapan fasilitator yang berasal dari BGTK Provinsi Papua Barat dan mitra profesional, dengan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, refleksi, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Melalui proses tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna, berpusat pada peserta didik, serta memanfaatkan teknologi digital secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, BGTK Provinsi Papua Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung implementasi kebijakan transformasi pendidikan nasional. Kehadiran sekolah model diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan mutu pembelajaran di Papua Barat dan Papua Barat Daya melalui penguatan kompetensi pendidik, kepemimpinan pembelajaran, serta pengembangan budaya kolaborasi yang berkelanjutan di setiap satuan pendidikan.


Tidak ada komentar