
Sorong,katatanahpapua.com — Pemerintah Kota Sorong, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan politik (Kesbangpol), Senin (04/07/2026), menggelar Rapat Kordinasi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Rapat Kordinasi bersama antara Kesbangpol dan FKUB Kota Sorong digelar mulai Pukul 14.00 Wit bertempat di Ruang Rapat Kesbangpol Kota Sorong.

Rapat Kordinasi ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Sorong Henrikus Momot, Kepala Bidang Organisasi Masyarakat Kesbangpol Kota Sorong, Flora bersama 7 orang Anggota Struktur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Sorong yang dipimpin Sekretaris FKUB Kota Sorong, Muhammad Rusdan.
Ketua FKUB Jeane Haurissa, berhalangan hadir karena sedang berdinas di luar kota.
Demikian pula Wakil Ketua Abdul Manan Fakaubun yang izin tidak hadir rapat karna di waktu bersamaan menghadiri Pelantikan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al-Akbar Sorong oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Sorong dalam arahannya mengawali rapat kordinasi mengatakan salah satu alasan digelarnya rapat kordinasi adalah ingin menyamakan persepsi terutama soal kegiatan apa yang bisa digelar menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 2026 yang ke 81.
“Rapat kordinasi ini terkait dengan Kegiatan FKUB Pentas Seni sebaiknya dilaksanakan sebelum 17 Agustus dan kegiatan ini diharapkan hadir Walikota dan Forkopimda,” ujar Henrikus Momot.
PERTAJAM RENCANA PENDIRIAN KAMPUNG TOLERANSI
Sementara itu, di kesempatan berharga Rapat Kordinasi Kesbangpol dan FKUB Kota Sorong.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Sorong, Henrikus Momot juga memanfaatkan forum untuk Penguatan Program Unggulan FKUB Kota Sorong terkait rencana mendirikan Kampung Toleransi di Kota Sorong.

Pengalaman Kepala Kesbangpol Kota Sorong, Henrikus Momot secara pribadi dan Kesbangpol secara kelembagaan yang sudah melakukan studi banding ke Bali dan Salatiga untuk melihat langsung kondisi Kampung Toleransi disana, membuat Henrikus Momot terlihat sangat antusias menyambut baik Program Unggulan FKUB Kota Sorong ini.
Hal tersebut juga diutarakannya, menanggapi usulan Sekretaris FKUB Kota Sorong, Muhammad Rusdan yang mempromosikan Kelurahan Klamana, Distrik Sorong Timur sebagai salah satu kandidat Calon Lokasi Kampung Toleransi.
Untuk itu, Henrikus Momot menanggapi bahwa apapun desain program ini idealnya dimulai dari stuktur terbawah dan melibatkan semua pihak terkait.
“Nanti ada pertemuan khusus melibatkan RT/RW. Pertemuan awal. Disitu Lurah Klamana. Distrik Sorong Timur. Nanti undang Pak Kapolsek juga jadi harus ada pertemuan sekaligus sosialisasi,” ujarnya.
AUDIENS DENGAN FORKOPIMDA
Kepala Kesbangpol Kota Sorong, Henrikus Momot juga menyarankan FKUB Kota Sorong untuk beraudiensi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sorong demi suksesnya Program Unggulan Kampung Toleransi di Kota Sorong tersebut.
Seraya mengingatkan bahwa kalau di Kampung Toleransi tersebut semua agama yang ada di Indonesia dan diakui negara harus ada.
“Kalau kampung toleransi, 5 Agama harus ada di sititu. jadi, silakan beraudiensi dulu dengan Forkopimda, supaya maksud dan rencana ini mereka tahu,” ujarnya.
Henrikus Momot juga menambahkan, tentang bayangan arsitektur Kampung Toleransi tersebut harus ada Gapura dan kegiatan rutin yang melibatkan semua umat seraya menegaskan bahwa jika visi mendirikan Kampung Toleransi di Sorong ini bisa dikonsep dengan bagus dan unik plus dengan melibatkan masyarakat adat.
Maka Kampung Toleransi dengan desain unik komprehensif yang juga berfungsi sebagai cagar budaya dan tempat wisata ini bisa menjadi yang pertama di Tanah Papua.
DI KAMPUNG TOLERANSI TIDAK BOLEH ADA ORANG MABUK!
Yang sangat menarik adalah saat dengan lugas Kepala Badan Kesbangpol Kota Sorong, Henrikus Momot mewanti-wanti bahwa Kampung Toleransi yang akan didirikan di lokasi yang akan dipilih wajib steril dari orang mabuk, begal, pencurian, dan lain-lain.
“Jadi, di Kampung Toleransi sudah tidak boleh ada mabuk-mabuk lagi, begal lagi.Orang yang masuk situ harus dengan kesopanan, keramahan,” ujarnya.
KORDINASI DENGAN KEMENAG
Kepala Kesbangpol Kota Sorong, Henrikus Momot dalam paparan berikutnya menyarankan agar di tahap berikutnya, demi kesuksesan Program Unggulan Kampung Toleransi ini agar wajib juga berkordinasi dengan Kementrian Agama sebagai Leading Sector.
“Jika sudah audiens dengan Kapolres, Pak Dandim, Pak Kajari, kordinasi dengan Kementrian Agama. Nanti, saat audiensi dengan Pak Walikota, Kepala Kemenag ikut,” ujarnya.
Rapat Kordinasi Kesabngpol Kota Sorong dengan FKUB Kota Sorong Sore itu ditutup dengan doa oleh Pendeta Arthur. Setelah sebelumnya Wakil Sekretaris FKUB Kota Sorong Muhammad Adnan Firdaus ikut mengingatkan tentang Visibility Studies, Kajian Akademik, juga Strategi Bottom Up dan Top Down agar Program Unggulan Kampung Toleransi ini, masyarakat mempunyai rasa memiliki.
Sementara Pak Ketut menyatakan kesiapan untuk Pentas Seni Jelang 17 Agustus tahun ini.Sebelum semua hal tersebut, Sekretaris FKUB Kota Sorong, Muhammad Rusdan menegaskan akan mengkomunikasikan semua isi rapat kordinasi ke Ibu Ketua, Wakil Ketua dan Anggota lain yang belum hadir.
Sambil tak lupa melaporkan progres tentang sudah adanya pendirian 2 rumah ibadah yang diSKkan oleh FKUB, juga Program FKUB Go to School. (MAF)





Tidak ada komentar